penandatanganan nota kesepakatan bersama oleh Lurah Surodinawan dan Puskesmas Blooto dan Ketua RW.02 dan RW,04 -an

MOJOKERTO – GEMA MEDIA : Puskesmas Blooto telah menginisiasi  gerakan Jumtaro yaitu gerakan  Jumat Tanpa Rokok dan Gerak satu rumah satu jumantik disingkat Gerijik.  Kedua inovasi program dengan nama yang cantik tersebut resmi dilaunching pada kamis, 31/10/2019.  Apa alasan Puskesmas Blooto mempunyai gagasan tersebut? Kita simak penjelasan dr. Shofia Kurniawati dari Puskesmas Blooto.

Menurut dr. Shofia, ide ini muncul karena masih banyak masyarakat kita yang merokok. Terutama kaum bapak-bapak. Kasus penyakit yang disebabkan oleh asap rokok juga masih tinggi, baik itu perokok aktif maupun pasif. Terlebih lagi di Kota Mojokerto sudah memilik Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Asap Rokok. “Jadi tidak ada alasan untuk kita hidup sehat tanpa asap rokok” katanya.

dr.Shofia meandatangani Nota kesepakatan bersama-an

Konsep jumtaro..berhenti merokok dengan cara mengurangi. Ada tiga cara dalam berhenti merokok yaitu Mengurangi, Menunda  dan  Berhenti langsung (0 rokok). Memang tidak gampang namun setidaknya setiap hari berkurang satu demi satu. Untuk mencapai hasil yang maksimal, disini peran isteri atau anggota keluarga sebagai pengawas. Dicontohkan jika hari ini satu batang berkurang dengan nilai 2 ribu rupiah / 3 ribu rupiah, maka uang tersebut dimasukkan dalam tabungan. Dianggap seakan uang tersebut terbelikan rokok. Demikian seterusnya berkurangnya semakin banyak, maka jumlah tabungan semakain banyak pula. Apalagi harga rokok terus naik. Dengan mengeliminasi rokok dipastikan tabungan makin banyak, maka hasilnya bisa kita manfaatkan untuk kebutuhan lain, minimal buat tambahan belanja makanan yang bergizi, terang dokter.

saat peresmian Jumtaro dan Gerijik-an

Sedangkan inovasi lain adalah Gerijik, menurut Dr Shofia, Konsep gerijik adalah pemantauan jentik secara mandiri oleh masyarakat, utamanya dimulai dari keluarga. “satu anggota keluarga yang ditunjuk boleh isteri, anak atau anggota keluarga yang lain untuk menjadi kader dalam rumahnya sendiri.  Tugasnyapun seperti tugas kader lainnya, memeriksa jentik dalam kamar mandi dan tempat-tempat lain yang biasa dihinggapi nyamuk aedes agepty.  Memantau kesehatan keluarga. Hasil pantauanya dicatat dalam kartu kendali” tegasnya. Dari semua kegiatan tersebut dimulai dari lingkungan yang terkecil yaitu keluarga, masyarakat hingga tingkat pemerintah, maka akan menjadi gerakan bersama dan budaya.

Lurah Surodinawan Supartoyo menyambut gembira dan mendukung  gerakan Jumtaro dan Gerijik ini. Sebagai bukti otentik telah ditandatangani nota kesepakatan dengan para pihak bertempat di Balai RW. 02 Lingkungan Surodinawan.  Para pihak yang berkomitmen tersebut adalah Lurah Surodinawan, Kepuskesmas Blooto, ketua RW.02 Lingkungan Surodinawan, dan ketua RW.04 Lingkungan Kedungmulang. Hadir pula tenaga Promkes dan Sanitarian Puskesmas Blooto, Pokja Kelurahan Sehat dan FKKS Kecamatan Prajuritkulon, tokoh masyarakat dan kader motivator kesehatan setempat.

Print Friendly, PDF & Email