Kapolres Mojokerto Kota didampingi Kasat Resnarkoba dan Kasubag humas saat menunjukkan barang bukti-ron

MOJOKERTO – (GEMA MEDIA)  – Kerja keras dan upaya Satresnarkoba Polres Mojokerto Kota dalam memberantas tindak pidana Narkoba patut mendapat apresiasi. Pasalnya, dalam kurun waktu Bulan Oktober ini berhasil mengamankan 27 tersangka dengan beberapa barang bukti.

Hal ini disampaikan oleh Kapolres Mojokerto Kota AKBP Bogiek Sugiyarto, SH, SIK, MH di dampingi Kasat Narkoba AKP Redik Tribawanto, S.Sos, SH, MH.  dan Kasubbag Humas IPTU Sukatmanto, saat konferensi pers yang digelar di Aula Hayam Wuruk, Mapolres Mojokerto Kota, Jalan Bhayangkara No. 25, Kota Mojokerto, Rabu (30/10/2019).

Kapolres Mojokerto Kota mengintrogasi pelaku tindak pidana peredaran Narkotika-an

“Ada 27 tersangka yang berhasil kita amankan beserta barang buktinya. Dari 27 tersangka tersebut  21 orang Laki-laki dan 6 orang perempuan. Semuanya kategori Pengedar,” Kata Bogiek, sapaan akrab Kapolres Mojokerto Kota. Lanjutnya, sedangkan untuk tempat peredaran atau kejadiannya di wilayah Kota terdapat 11 tempat, Wilayah Jetis 4 tempat, Wilayah Gedeg 2 tempat, wilayah  Dawarblandong 2 tempat dan wilayah Kemlagi 1 tempat.

Sementara itu, barang bukti yang berhasil diamankan antara lain 221,75 Gram Narkotika golongan 1 jenis Sabu, 2000 Butir tablet doubel L, 5 Timbangan elektric, 4 set Seperangkat alat Hisap Sabu, 22 HP dan Uang Tunai Rp. 1.634.000.- (satu juta enam ratus tiga puluh empat ribu rupiah).

Dari beberapa tersangka yang diamankan tersebut terdapat beberapa orang yang menjadi perhatian yaitu  tersangka inisial ”IN”. Ibu rumah tangga yang beralamatkan di Bangsal tersebut berhasil diamankan petugas dengan barang bukti 9 paket Sabu siap edar yang mana berat kotor seluruhnya sebanyak 4,18 Gram dan Tablet doubel L sebanyak 2000 butir. Selain IN, ada juga tersangka berinisial ”SM”, perempuan asal Prajuritkulon yang diamankan petugas dengan barang bukti 2,55 Gram sabu.

Dengan tertangkapnya beberapa pengedar Narkotika jenis SABU di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota tersebut, setidaknya petugas sudah menyelamatkan generasi muda yang menjadi sasaran sebagai calon korban peredaran Narkotika.

“Jika dikonversikan dalam bentuk rupiah, maka jumlah barang bukti tersebut senilai ratusan juta rupiah. Saat ini harga per satu Gram SABU di pasar gelap berkisar antara Rp 1.200.000.-  sampai dengan Rp. 1.500.000.- dengan disitanya barang bukti sebanyak 221,75 setara dengan Rp. 332.000.000.-,” papar Kapolres.  Atas perbuatannya tersebut para tersangka patut diduga telah melakukan Tindak Pidana Narkotika dengan ancaman hukuman minimal empat tahun penjara.

Print Friendly, PDF & Email