Walikota mengunjungi warga yang memiliki produk mamin-an

MOJOKERTO – GEMA MEDIA : Kegiatan PSN terintegrasi di RW.04 Lingkungan Griya Permata Ijen (GPI) Kelurahan Wates Kecamatan Magersari Kota Mojokerto, Angka Bebas Jentik mencapai 98 %.  Munculnya angka tersebut dari hasil buser tim beserta kader ke rumah warga setempat dan ditemukan 1 rumah positif jentik, demikian dilaporkan Lurah Wates Setijo Prijatno, SH, jumat 18/10/2019.

PSN yang dipimin langsung oleh Walikota Mojokerto terbagi menjadi 3 tim. Diikuti oleh Asisten administrasi Umum, ketua Tim Penggerah PKK Kota Mojokerto, pimpinan OPD dan kader Motivator Kelurahan Wates. Walikota Mojokerto HJ. Ika Puspitasari, SE mengelilingi  gang-gang kampong dengan didampingi ketua RT dan RW serta kader mengamati kebersihan dan kawasan penghijauan serta saluran yang ada di perkampungan tersebut.

Kader dan tokoh masyrakat semangat menyambut PSN terintegrasi-an

Walikota juga mengakui bahwa lingkungan GPI sangat bersih, banyak tanaman penghijauan yang cukup asri, baik sayuran, dan tanaman keras seperti buah jeruh, kelengkeng dan yang lainnya. Ning Ita panggilan akrab Walikota, berpesan agar kebersamaan dan kekompakan warga ini dijaga.  “Lingkungan yang baik ini dipertahankan bahkan ditingkatkan, saya akan ajak DLH dan DKPP untuk diskusi bahas lingkungan GPI ini untuk mewujudkan kampong buah” kata Ning Ita.

Warga sudah mempunyai semangat yang tinggi berpartisipasi dan berswadaya dengan kader lingkungan yang terbentuk ini merupakan modal yang cukup untuk memberikan ilmu atau pendampingan, biar jerih payahnya membuahkan hasil. “walau di pekortaan tidak punya lahan, namun kita masih bisa menannam melalui system Hidroponik, Aquaponik, Hidroganik semua itu menggunakan media air” terang Ning Ita.

Walikota didampingi ketua RT dan Kader Motivator mengamati kawasan Griya Permata Ijen-an

Warga GPI juga masih menerapkan budaya gotong royong tempo dulu dengan jimpitan setiap hari dan hasilnya terkumpul puluhan juta rupiah hingga dapat dimanfaatkan untuk membanguan lingkungan dan kebutuhan organisasi lingkungan. Namun ada yang sedikit disayangkan, lingkungan yang sudah baik ini  diwarnai protes warga karena adanya salah satu warga yang berternak ayam.  Pendekatan melalui RT/RW  bahkan sampai dengan Lurah sudah dilakukan, namun membuahkan hasil. Sebagai tetangga dekat ewuh pakewuh kalau harus mengingatkan terus, karena baunya menyengat.

Menanggapi hal tersebut Drs. H.Subambihanto, M.Si Asisten administrasi Umum  menyampaikan bahwa laporan  warga tersebut akan ditindaklanjuti dengan rapat bersama OPD terkait dan Walikota Mojokerto. (an)

Print Friendly, PDF & Email