Narasumber dan Panitia dari Dinas Kesehatan foto bersama-an

MOJOKERTO-GEMA MEDIA: Tidak sedikit seringkali kita jumpai kondisi anak-anak kita saat di sekolah mengantuk, kelelahan, tidak focus, pada jam istirahat juga anak kurang gerak. Hal ini tentu disebabkan   karena kondisi anak tidak bugar.  Kondisi yang tidak diinginkan tersebut dikarenakan kurang aktifitas fisik.

Aktifitas fisik yang bisa dilakukan  di sekolah antar lain gerak ringan sebelum mulai jam pelajaran. Gerakan Peregangan antara jam pelajaran (C/ Gerak Kapiten). Senam ( C/ Senam Anak Bangsa ),serta Optimalisasi waktu turun main.misalnya, Permainan Engrang, permainan tali, permainan Tejek-tejekan/demprak/ Engklek,  Gobak Sodor/ Galaksin, dan lainnya. selain itu tetap ada jam pelajaran olahraga rutin.

Guru olahraga sekota Mojokerto dan pengurus FKS, FKKS mengikuti evaluasi kebugaran jasmani-an

Oleh karena itu para guru olahraga di sekolah dihimbau melaksanakan tes kebugaran bagi siswanya.  Demikian disampaikan oleh Yuli Tri Suhartini Narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur saat sosialisasi kebugaran siswa di Aula Kecamatan  Magersari pada selasa, 8/10/2019.

Tujuan sosialisasi ini adalah untuk mengetahui apakah siswa tersebut dalam kondisi bugar atau tidak. Setelah mengetahui hasilnya dapat dimasukkan kedalam aplikasi Puskemas. Dijelaskan oleh Yuli bahwa, manfaat kebugaran jasmasi  adalah proses tumbuh kembang anak yaitu Sistem musculoskeletal, sistem kardiorespirasi, neuromuskuler (koordinasi & kontrol gerak), tumbuh kembang kemampuan & keterampilan tubuh, proses pemadatan tulang anak.  Selain itu juga dapat  mempertahankan & mengontrol Berat Badan. Membantu  perkembangan kehidupan sosial anak tentang percaya diri, interaksi sosial & integrasi, pengetahuan & kecerdasan serta kreativitas, produktivitas & prestasi akademik anak.

Tri Juli Suhartini Narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur-an

Sementara itu Susilowati, S.Psi,M.Si Kabid Kesehatan Masyarakat menyampaikan bahwa, hasil evaluasinya sampai saat ini jumlah lembaga sekolah di wilayah Puskesmas yang melakukan tes kebugaran di Kota Mojokerto belum mencapai 30 %. Kecuali Puskesmas Wates mengingat lembaga sekolah lebih sedikit. “Para guru bisa berkoordinasi dengan Puskesmas terdekat untuk melakukan tes kebugaran siswa, juga dimungkinkan untuk melakukan sendiri karena sudah berpengalaman” terang Susi.

Setelah diketahui hasil tes kebugaran akan ditentukan aktifitas atau olahraga apa yang paling tepat bagi anak. Untuk ini bisa saja hasilnya berbeda disesuaikan dengan kondisi masing-masing. “Anak sehat belum tentu bugar tapi anak bugar pasti sehat” katanya. Tubuh yang bugar mendorong tingkat kecerdasan anak dan bisa meningkatkan prestasi belajar mereka. Evaluasi kebugaran siswa ini diikuti oleh guru olahraga sekota Mojokerto. Narasumber lain Heri Mulyanto menyampaikan materi tentang tenik kebugaran.(an)

 

Print Friendly, PDF & Email