Pembukaan Bimbingan Teknis Pertanian Perkotaan dan budidaya tanaman Hortikultura secara hidroponik

MOJOKERTO –  (GEMA MEDIA) :  Kota Mojokerto dengan   misi yang keempat,  adalah mewujudkan ekonomi daerah yang mandiri, berdaya saing, berkeadilan dan berbasis pada ekonomi kerakyatan melalui peningkatan fasilitas pembangunan infrastruktur daerah. Dan Misi Keenam adalah mewujudkan partispasi masyarakat melalui pemberian akses dan kesempatan dalam pembangunan. Untuk mewujudkan misi ke – 4 dan misi ke – 6 tersebut Walikota Mojokerto bertekad ingin mengubah Kota Mojokerto menjadi Kota Wisata. Hal tersebut diungkapkan ketika Walikota Mojokerto Hj. Puspitasari, SE, membuka acara Bimbingan Teknis Pertanian Perkotaan dan budidaya tanaman Hortikultura secara hidroponik, Rabu, (16/10/2010), bertempat di Pendopo Graha Praja Wijaya.

Walikota Mojokerto membuka Bimtek

Menurut Walikota Mojokerto sesungguhnya Kota Mojokerto mampu menjadi destinasi wisata seperti Kota Batu, asalkan masyarakat mau berpartisipasi secara aktif. Untuk mewujudkan Kota wisata yang akan dikembangkan adalah wisata Bahari yang terletak di kawasan jembatan Rejoto di Kelurahan Pulorejo Kecamatan Prajurit Kulon.

Terkait dengan hal tersebut   Kelompok Wanita Tani (KWT) harus mengisinya  karena itu  masih banyak hal yang harus  disiapkan selain fasilitas lainnya seperti seni dan budaya juga    dari  hasil pertanian mulai sayur dan buah sampai dengan kulinernya  ( olahan  hasil pertanian). Oleh karenanya peran KWT, Kasi Kesra di 3 Kecamatan segera membudidayakan tanaman hidroponik dijadikan agrowisata. Sehingga masyarakat yang berkunjung ke Kota Mojokerto  dapat membeli dengan memetik sendiri. Hal inilah nanti yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Mojokerto. Kata Walikota.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Mojokerto . Drs. R. Happy Dwi Prasetyawan, Msi,menyampaikan laporan

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Mojokerto . Drs. R. Happy Dwi Prasetyawan, Msi,menyampaikan laporan bahwa dalam upaya mendukung program Walikota sebagai Kota wisata maka Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian juga berinovasi mengembangkan kebun kelor yang dikemas sebagaiu destinasi mini agro yang berfungsi sebagai penyedia bahan baku olahan kelor, juga sebagai sarana edukasi, estetika sekaligus untuk menumbuhkan perekonomian wilayah sekitarnya.

Selain itu DKPP juga mengembangkan tanaman jeruk bantuan dari Balai Penelitian tanaman jeruk dan tanaman subtropika. Bantuan sebanyak 1000 pohon yang diberikan kepada KWT dan masyarakat yang penanamanya dalam satu kawasan dengan sisten tanam buah dalam pot (tabulampot) untuk menumbuhkan kawasan baru yang berbasis mini agro / wisata petik jeruk. Untuk kedepannya DKPP juga mengajukan penggunaan lahan asset untuk menambah destinasi wisata petik buah yang terintegrasi sebagai upaya mendukung misi ke – 4 Pemerintah Kota Mojokerto yaitu pengembangan pertanian berbasis Agrowisata.

Kepala DKPP, narasumber, peserta bimtek dan para pejabat dilingkungan DKPP

Agar tanaman jeruk merata di seluruh Wilayah Kelurahan setiap KWT bisa meminta bantuan bibit jeruk asalkan sudah disiapkan pot atau lubangnya kemudian disurvey oleh PPL barulah diberikan diberikan bantuan bibit jeruk.  Adapun KWT yang telah membuat kawasan Kampung Jeruk adalah KWT berlokasi di Miji Baru III Kelurahan Miji Kecamatan Kranggan. Ungkap R.Happy.

Happy menambahkan bahwa Bimtek diikuti 65 orang peserta terdiri dari 16 orang Kasi Kesra di Kelurahan dan 34 orang pengurus / anggota KWT, mempunyai maksud dan tujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan di perkotaan dengan system budidaya secara vertikultur, hidroponik, aqua ponik yang bertujuan sebagai sumber gizi dan sumber pendapatran keluarga. Meningkatkan kemampuan teknis budidaya tanaman hortikultura system hidroponik baik menggunakan media cair maupun padat serta terjalinnya kerja sama yang baik antara DKPP dengan Kelurahan dalam upaya mendukung percepatan pengembangan budidaya tanaman hortikultura system hidroponik di masing-masing Kelurahan.

Peserta Bimtek

Kegiatan Bimtek ini berlangsung selama 2 (dua) hari yaitu tanggal 16 Oktober 2019 bertempat di Pendopo Graha Praja Wijaya, Kota Mojo0kerto dan hari kedua tanggal 17 Oktober 2019 bertempat di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Mojokerto ini menghadirkan 3 (tiga) narasumber pertama Walikota Mojokerto Hj. Ika Puspitasari, SE,, Kedua bSetiyono dan Kusnan dari Badan Penelitian tanaman jeruk dan tanaman Subtropika (Balitjestro ) dari Kota Batu dan Komonitasa Hidroponik Kabupaten/Kota Mojokerto Deny Kurniawan. Budidaya tanaman hidroponik kini semakin digemari oleh masyarakat. Selain cepat panen, perawatannya lebih mudah, tampilan tanaman hidroponik juga lebih indah dan tidak membutuhkan lahan yang besar. Inilah yangt cocog di Kota Mojokerto yang lahanya terbatas.(yuk).

 

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email