Usai jentik Walikota dan tim berkumpul dan foto bersama di gazebo warga-an

MOJOKERTO-GEMA MEDIA: Kegiatan PSN terintegrasi setiap hari jumat bukan hanya memburu jentik sebagai penyebab penyakit Demam Berdarah, namun lebih dari itu melihat langsung permasalahan yang dihadapi oleh warga dan sekaligus mencarikan solusinya. Jadwal jumat,11/10/2019 pagi ini  serentak di seluruh Kelurahan. Walikota Mojokerto HJ.Ika Puspitasari, SE  berbagi tugas pendampingan dengan pimpinan organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang lain. Namun kunjungan ke warga Surodinawan kali ini masih bersama Walikota Hj.Ika Puspitasari, SE.

Membawa senter Walikota Mojokerto memeriksa jentik di kamar mandi warga-an

Didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Mojokerto Dra.Cristiana Indah Wahyu, Apt, M.Si dan Dokter Puskesmas serta lurah, Camat dan para kader Motivator Kesehatan, telah menemukan anak warga setempat yang telah mogok sekolah.  Belum diketahui pasti penyebab tidak mau sekolah tersebut, namun Walikota langsung tanggap agar anak yang usia kelas 6 SD ini dapat difasilitasi agar mau pergi ke sekolah seperti halnya teman-teman sebayanya.

Kepada Dokter Puskesmas setempat, Walikota meminta agar ada pendampingan secara sykologis dan juga medis selain itu juga peran aktif orangtua agar memberi perhatian yang cukup.  Selain itu si anak ini juga belum memiliki (Kartu Indonesia Sehat(KIS), padahal oleh kader setempat sudah dibantu untuk proses kepngurusannya.  Sebab kedua orangtua dan kakak kandungnya sudah memiliki KIS, hanya dia seorang dalam keluarga yang terlewat. Melihat kondisi ini Indah Kadinkes seijin Walikota meminta foto copy KK sebagai persyaratan untuk diproses ulang melalui Puskesmas.

Walikota beserta tim sedang berdiskusi dengan warga mengenai kesehatan putranya-an

Kasus lain juga dihadapi oleh anak-anak usia TK, ada anak menderita penyakir tumor jinak pada bagian tubuhnya. Namun pihaknya sudah berproses untuk rencana operasi di Rumah Sakit.  Permasalahn lain yang menjadi perhatian Walikota adalah mengenai kawasan lingkungan. Masih ada saluran yang belum difungsikan bahkan daya tampung saluran yang tidak mampu menampung debit air dari saluran penduduk setempat.

Saat diskusi dengan Lurah Surodinawan Supartoyo, Walikota berpesan agar anggaran yang disalurkan melalui kelurahan yang relative besar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya memenuhi kebutuhan masyarakat. “Jangan takut yang berlebihan selama tidak melanggar aturan. Yang penting apa yang dikerjakan di masyarakat berdasarkan atas hasil musyawarah dengan masyarakat dan LPM setempat” katanya.

Print Friendly, PDF & Email