Foto bersama para Dosen, Wakasek Kurikulum SMAN2 dan peserta sosialisasi-an

MOJOKERTO-GEMA MEDIA :  Para dosen jurusan ekonomi pembangunan Universitas Negeri Malang telah mensosialisasikan inovasi pembelajaran melalui program Blended Learning bagi guru mata pelajaran ekonomi SMA yang tergabung pada Musyawarah Guru Mata Pelajaran  (MGMP) ekonomi SMA Kota Mojokerto.  Sosialisasi yang berlangsung di Ruang Multimedia SMA Negeri 2 Kota Mojokerto selama 2 (dua) hari tanggal 8 dan 9 Oktober 2019. Tim terdiri dari 4 (empat) orang dari Fakultas Ekonomi  yaitu  Dr. HJ.Lisa Rohmani. M.Si, Dr. H. Nasikh, S.Pd,M.Pd, Sri Handayani, S.Pd,M.Pd dan Putra Hilmi Prayitno, S.Pd,M.Pd.

Dr. Lisa dan Putra Hilmi saat mendampingi peserta-an

Dr. HJ.Lisa Rohmani. M.Si salah satu Dosen yang sekaligus ketua tim Pengabdian Masyarakat Universitas Negeri Malang menuturkan, tugas dosen adalah melaksanakan Tri Darma Perguruan tinggi yaitu Pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. Kegiatan bersama MGMP Ekonomi kali ini adalah salah satu bentuk pengabdian masyarakat.

Peningakatan inovasi pembelajaran masih kata Lisa, melalui Blended learning  bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme guru itu sendiri. Dengan penerapan Blended learning maka metode pembelajaran terhadap anak-anak cukup bervariasi, bukan hanya tatap muka akan tetapi bisa melalui online.

Sementara itu Dr. H. Nasikh, S.Pd,M.Pd saat memberikan paparan menjelaskan bahwa, Revolusi Industri 4.0 telah mempengaruhi sektor pendidikan. Guru dituntut untuk kreativ dan cepat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Pemerintahpun berkewajiban untuk mensupport sepenuhnya sektor pendidikan sehingga konsep dan kurikulum pendidikan bisa selaras dengan Revolusi industri 4.0, dan guru harus mendapat perhatian dengan memberikan kebebasan sekaligus dukungan dalam bentuk pelatihan peningkatan sumber daya sehingga para guru bisa tetap eksis.

Tim pengabdian masyarakat Fakultas ekonomi UNM dengan pengurus MGMP Ekonomi SMA serta Wakasek Kurikulum SMAN2 Kota Mojokerto-an

Beberapa tahun lalu sempat diterapkan program e-learning dan saat ini berkembang menjadi Blended learning.  “Blended Learning yang dimaksud adalah Pembelajaran campuran,program pendidikan formal yang memungkinkan siswa belajar atau sebagian melalui konten dan petunjuk yang disampaikan secara daring dengan kendali mandiri terhadap waktu, tempat, urutan, maupun kecepatan belajar,” terang Nasikh

Untuk Blended learning perlu diterapkan minimal satu minggu sekali, walau bagaimanapun pertemuan tatap muka masih sangat diperlukan agar hubungan humanis tetap terjaga.

Print Friendly, PDF & Email