Bawinda Lestari, SH, M.Psi, Cp5.CHt, narasumber bersama peserta pelatihan

MOJOKERTO – (GEMA – MEDIA) : Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK)  Kota Mojokerto  bekerja sama  Dinas P3AKB menggelar pelatihan Membangun Kepercayaan Diri melalui komunikasi verbal dan non verbal , bertempat di Gedung Graha Praja Wijaya, Selasa (08/10/2019), dibuka Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB)  Kota Mojokerto Moch. Imron, S.Sos, MM.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Kota Mojokerto Moch. Imron, S.Sos, MM. membuka pelatihan

Ketika membuka acara Moch. Imron mengatakan bahwa Negara Indonesia merupakan jumlah penduduk terbanyak nomor didunia 5 (lima). Ini merupakan potensi yang luar biasa dan juga merupakan beban yang luar biasa. Kota Mojokerto   jumlah penduduknya 127.273  mengalami demografi, usia 14 tahun sd. 24 tahun 50 % usia produktif. Yang menjadi permasalahan ada 4 hal yaitu pendidikan, kesehatan, lapangan pekerjaan dan laju pertumbuhan penduduk.

Laju pertumbuhan penduduk di Kota Mojokerto berdasarkan demografi masih dapat dikatakan laju pertumbuhan penduduk yang tersendat karena Kota Mojokerto 1,98 masih dibawah rata – rata nasional dan rata-rata Prop. Jatim sekitar 4 %. Untuk mempertahankan pengendalian jumlah penduduk di Kota Mojokerto saya berharap peran serta Ketua TP PKK Kota, Kecamatan dan Kelurahan bahkan sampai ke Dasa Wisma dalam menangani berbagai masalah kependudukan terutama dalam pengendalian kuantitas penduduk.harap Moch. Imron.

Narasumber Hj. Nur chasanah Acmad Rizal Ketua TP PKK Kota Mojokerto menyajikan materi

Siti Fauziah Anwar Wakil Ketua TP PKK Kota Mojokerto menyampaikan laporan bahwa kegiatan pelatihan Membangun Kepercayaan Diri melalui komunikasi verbal dan non verbal diikuti anggota TP PKK se Kota Mojokerto ini dalam rangka untuk melaksanakan amanah Instruksi Presiden Nomor 22 tahun 1999 tentang peningkatan peranan wanita dalam pembangunan daerah.

Maksud dan tujuannya agar para peserta memahami dan mampu membangun kepercayaan diri melalui komunikasi verbal dan non verbal. Mudah-mudahan dengan pelatihan ini  peserta mempunyai kepercayaan diri yang bagus, mereka memiliki perasaan positif terhadap dirinya, memnpunyai keyakinan yang kuat atas diri sehingga dengan kemampuan yang kita miliki kita bisa maju. Ungkap Siti Fauziah.

Hj. Inarto Hadi dan Popy Anita tampil praktek membangun kepercayaan diri
Print Friendly, PDF & Email