Kepala Diskoumnaker Hariyanto, SE, foto bersama dengan Dewan Pengupahan Kab. Lamongan

MOJOKERTO – (GEMA – MEDIA) : Terkait dengan DPA APBD Kabupaten Lamongan Tahun 2019 pada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lamongan, maka untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi Dewan Pengupahan Kabupaten Lamongan dalam pelaksanaan survey Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dan penetapan UMK, Dewan Pengupahan Kabupaten Lamongan melaksanakan study komperatif ke Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskoumnaker) Kota Mojokerto, Jum’at (20/09/2019), bertempat di Kantor Diskoumnaker, jalan Bhayangkara Kota Mojokerto. Menurut Kepala Bidang Tenaga Kerja Dra. Sri Yuli Yuniarti, MM, melalui Resy Christiana Kurniawati, SH, MM, Kasi Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja jumlah peserta study Komperatif Dewan Pengupahan Kabupaten Lamongan sebanyak 20 (dua puluh) orang.

Kepala Diskoumnaker Hariyanto, SE, menyampaikan cindera mata kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lamongan Drs. Hamdani Azahari, MM

Kepala Diskoumnaker  Hariyanto, SE, menyampaikan ucapan selamat datang di Kota Mojokerto yang sangat minimalis  kepada Tim Dewan Pengupahan Kabupaten Lamongan yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lamongan   Drs. Hamdani Azahari, MM. Kunjungan ini merupakan suatu kehormatan bagi Kota Mojokerto yang memiliki 419 perusahaan, terdiri dari 5 Perusahaan Menengah dan sector Industri Menengah dan lainnya perusahaan kecil. Namun demikian Tim Pengupahan di Kota Mojokerto senantiasa berkolaborasi sehingga hubungan sangat harmonis, pengusaha bisa mengayomi karyawannya dan karyawannya mengerti keadaan perusahaan sehingga suasana perusahaan sangat kondusif tidak ada gejolak dan system pengupahan mengacu pada Peraturan Presiden No.78 tahun 2015. Ungkap Hariyanto.

Kepala Diskoumnaker Hariyanto, SE, mengucapkan selamat datang kepada peserta study komperatif sekaligus memberikan sambutan

Hariyanto menambahkan Diskoumnaker Kota Mojokerto melakukan survey KHL 1 tahun 2 atau 3 kali sementara dana tidak ada. Tetapi  yang mendorong adalah serikat pekerja saling bersama-sama, dan saling mengayomi. Permasalahan selalu ada tetapi sebelum masalah itu mencuat keluar Diskoumnaker memiliki kelompok mediator yang termasuk dalam mediator di Jakarta Gede A yang memiliki ahli bidang ketenagakerjaan sehingga  lebih mengayomi tenaga kerja di Kota Mojokerto terkait dengan jaminan sosial. Oleh karenanya di Kota Mojokerto tidak ada demo suasana sangat kondusif.

Hariyanto mengucapkan terimakasih atas kunjungannya selamat menikmati Kota yang kecil yang juga disebut juga sebagai Kota Pendidikan dan Kota Perdagangan. Kedepan Kota Mojokerto akan menambah icon sebagai Kota Pariwisata dengan spirit of Mojopahit. Walikota Mojokerto meminta bahwa branding Kota Mojokerto adalah sprit Of Mojopahit. Sumber semangat yang harus dijadikan kekuatan bagaimana memaknai dan membangkitkan kejayaan Mojopahit, menjadi kejayaan yang terus bersinar sehingga orang membicarakan Kota Mojokerto pasti akan ingat kerajaan Mojopahit dan sebaliknya membicarakan kerajaan Mojopahit ingat Kota Mojokerto.Kata Hariyanto.

Print Friendly, PDF & Email