Puguh Dwi Kristanto Sang Youtuber saat terima penghargaan dari Youtube-an

MOJOKERTO-GEMA MEDIA : Siapa sangka bocah lulusan SMK jurusan Perbankan bisa jadi Youtuber kelas dunia. Dia adalah Puguh Dwi Kristanto, seorang anak remaja yang memulai karirnya dari sebuah hoby.  Baru 6 bulan jadi Youtuber Puguh sudah menerima penghasilan ratusan juta rupiah. Selama 15 hari pertama dia terima transfer 3,5 juta rupiah, satu bulan kemudian 15 juta rupiah, demikian naik terus 30 juta rupiah dan pada hari raya kemarin sempat terima 50 juta rupiah. Untuk memberikan inspirasi bagi yang lain, Reporter Gema media melakukan wawancara dengan Puguh yang asli penduduk Kedungsari RT.03/RW.09 Kelurahan Gunung Gedangan Kecamatan Magersari Kota Mojokerto.

Puguh mengkisahkan akan keberhasilannya menjadi seorang Youtuber bermula dari sebuah hoby. Secara akademik Puguh saat SMK dia memilih jurusan Perbankan. Alasan memilih jurusan ini lantaran menurutnya itu sebuah ilmu yang belum dimengerti.  Sementara jurusan memasak, dia mengandalkan dari hoby dan pengalaman pribadi. “Saya memang hoby masak dan memang suka membuat masakan atau kue-kue.  Dulu waktu kecil saya kepingin makan di Restoran tapi ibu gak punya uang. Akhirnya berpikir pingin masak sendiri, tapi peralatan juga terbatas. Dari situ saya mencoba dengan peralatan seadanya tapi hasilnya tidak kalah” katanya.  Dari situ Puguh ingin bebagi pengalaman pada yang lain agar dapat bermanfaat, maka ia mencoba untuk mengaktualisasikan hobynya dalam sebuah karya video yang diunggah di Youtube.  Sekitar bulan September tahun 2018, pertama kali dia membuat video dari peralatan Hp yang sangat sederhana, dia mempraktekan membuat resep-resep yang diciptakan sendiri.  Direkam sendiri dengan membuat triport dari barang-barang yang ada didapur untuk mengganjal  agar HP bisa berdiri. Seperti kayu,batu bata, serbet, panci dan perlatan dapur lainnya.

Dari hasil video yang dibuatnya itu berhasil diunggah dan terus melakukan produksi lagi dengan resep yang berbeda.  Dari resep yang dipublis itu  mulai banyak coment-coment positif  diantaranya menyampaikan terima kasih dan mendoakan akan kesuksesan Puguh. Tidak sedikit dari follower yang telah berhasil mempraktekan resep buatan puguh  hingga bisa jualan yang pada akhirnya menambah penghasilan mereka. Atas pengakuan tersebut, Puguh semakin bersemangat karena apa yang dilakukannya bisa memberi manfaat bagi orang lain.

Lahir di Mojokerto, 20 Oktiber 1999 dari seorang Ibu yang bernama Yantik, sementara sang Ayah Sunar Priyadi yang sudah Almarhum. Awal membuat rekaman ini sang Ibu sempat bingung dengan apa yang dikerjakan oleh putra yang kedua ini. Namun sang Ibu yakin apa yang dilakukan oleh anaknya adalah hal yang positif. Setelah beberapa bulan Puguh mendapatkan penghasilan, sang Ayah yang bekerja sebagai Supir kini telah tiada, kini Puguh tinggal bersama Ibu dan Kakak laki-lakinya. “saya bersyukur sudah bisa memenuhi permintaan Ayah sebelum meninggal.  Ayah minta dibelikan TV, Kulkas dll sudah bisa  saya turuti” katanya.

Lulus SMK Puguh belum bisa kuliah, karena kondisi ekonomi orangtua yang belum mampu.  “sekarang saya sudah bisa mencari uang sendiri maka saya akan segera kuliah agar dapat ilmu yang lebih banyak lagi” kata Puguh.  Walaupun belum jadi mahasiswa, namun Puguh telah dipercaya sebagai narasumber di Perguruan Tinggi. Tanggal 17 September kemarin Puguh bicara didepan para dosen dan mahasiswa di Universitas Negeri Malang dan juga diundang talkshow di Radio Elfira Fm. Malang selaku inspirator muda.

Selama kurang lebih enam bulan ini Puguh telah unggah karyanya sekitar 100 resep dan penghasilan yang diraih dari Youtube sudah ratusan juga rupiah serta penghargaan lain dari Youtube. Tak heran jika Puguh sudah bisa membeli mobil sendiri, selain berbakti dan membahagiakan ibunya. Kepada kawula muda khsusnya Puguh berpesan, kalau punya hoby manfaatkan dan share ke yang lain agar lebih berkah.(an)

 

Print Friendly, PDF & Email