Tutik dan petugas sedang menempelkan stiker tanda lulus uji gas buang-an

MOJOKERTO-GEMA MEDIA : Langit bitu adalah gambaran udara yang sehat.  Jika udara yang kita hirup sehat atau bersih dari polusi maka tubuh kitapun pasti menjadi sehat. Setidaknya penyakit yang ditimbulkan akibat polusi udara dapat dicegah melalui udara yang bersih. Gas buang kendaraan adalah salah satu penyebab terjadinya polusi udara.  Oleh karena itu setiap kendaraan diperlukan untuk memeriksakan/menguji gas buang kendaraanya agar tetap sehat.  Untuk mencapai harapan tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto menggelar uji emisi gas buang kendaraan roda empat secara gratis bagi kendaraan umum, kamis 19/9/2019.

Sekretaris Dishub Mujari (tengah) saat memimpin gelar pasukn-an

Uji emisi gas bung kali ini adalah yang ketiga kalinya berlangsung di halaman Dishub Kota Mojokerto. Gaguk Tri Prasetyo, Atd,MM Kepala Dishub Kota Mojokerto secara terpisah menyampaikan bahwa, maksud kegiatan ini adalah memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya udara bersih di Kota Mojokerto, menumbuhkan kesadaran untuk menjaga langit tetap biru dan Mengurangi dampak emisi gas buang kendaraan bermotor bagi kesehatan manusia.

Sedangkan tujuannya adalah Untuk melaksanakan program langit biru dan menciptakan udara bersih di Kota Mojokerto.Mengurangi pencemaran lingkungan terutama yang diakibatkan oleh emisi gas buang kendaraan bermotor.

Tutik dan Creu Dishub persiapan pemeriksaan uji emisi -an

Agustuti Rosyid, SE,M.Si Kepala Bidang Angkutan Sarana dan Prasarana (ASP) Dishub Kota Mojokerto menambahkan, uji emisi kali ini yang ketiga kalinya. Sebanyak 50 unit kendaraan roda empat yang diperiksa. Bersama Polresta dan petugas Dishub sendiri telah melakukan pemeriksaan dan hasilnya 90 % lebih layak atau memenuhi syarat. “ tidak mesti kendaraan yang tahun lama itu tidak memenuhi syarat, akan tetapi pernah ada kendaraan yang masih kategori baru juga tidak layak” kata Tutik panggilannya.

Jika kendaraan yang diuji tidak lulus uji emisi gas buang, tidak dilakukan tindakan penilangan kendaraan tersebut, akan tetapi pemilik kendaraan diberikan saran untuk menyervis kendaraanya, agar menggunakan bahan bakar yang sesuai dengan anjuran APM. Kegiatan Uji Emisi Gratis ini masih kata Tutik, didasarkan atas Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 5 Tahun 2006 Tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan bermotor. Pungkas Tutik sambil menempelkan stiker bagi kndaraan yang lolos uji. (an)

Print Friendly, PDF & Email