Walikota Mojokerto Bersama Pelaku UMKM di depan Stand Pameran UMKM-an

MOJOKERTO – (GEMA MEDIA) – Pemerintah terus mendorong pertumbuhan dan pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan berbagai kebijakan dan program strategis guna mengantisipasi perang dagang yang terjadi saat ini.  Hal itu disampaikan oleh Walikota Mojokerto Hj Ika Puspitasari SE, dalam rangka memperingati Hari UMKM Nasional tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Mojokerto, di pendopo Kantor Pemerintah Kota Mojokerto, Rabu (28/8/2019).

Walikota Mojokerto Bersama Pelaku UMKM di depan Stand Pameran UMKM-jen

“Pemberdayaan UMKM terus dilakukan oleh Pemerintah secara sinergis dengan Pemerintah Daerah dan masyarakat melalui penumbuhan iklim usaha yang kondusif dan pengembangan UMKM agar menjadi usaha yang tangguh dan mandiri,” tegas Ning Ita sapaan akrab Walikota Mojokerto. Untuk itu, keberadaan pendamping sangatlah diperlukan guna mengakselerasi kebijakan Pemerintah kepada UMKM di lapangan.

Oleh karena itu lanjutnya, pelaku UMKM diharapkan bisa memaksimalkan peran Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) yang telah dibangun oleh Kementerian Koperasi dan UKM. “Saya juga berharap ABDSI yang telah bersinergi dengan PLUT harus mampu mengayomi para pendamping UMKM sehingga dapat meningkatkan skala usaha dan meningkatkan daya saing produknya di pasar yang semakin kompetitif,” kata imbuhnya.

Sambutan walikota peringati Hari UMKM Nasional-jen

Menurutnya, pendampingan tidak hanya kepada UMKM tetapi juga kepada Koperasi, karena para UMKM merupakan anggota Koperasi. Lebih lanjut, Ning Ita menyampaikan, agar koperasi dan UMKM berdaya saing dan memiliki ‘multiplayer effect’ dalam menyumbang pertumbuhan perekonomian nasional, maka perlu mengembangkan dan mendorong Koperasi dan UMKM disektor riil. Melalui pengembangan sektor riil, diharapkan akan dapat memanfaatkan potensi sumber daya alam serta kemampuan menyerap tenaga kerja.

“Dengan membentuk koperasi, maka para pelaku UMKM dapat lebih fokus untuk mengelolanya, misalnya kualitas produk harus dijaga, pengemasan, perijinan berusaha. Sedangkan koperasi, berkewajiban mencarikan pasar, membuatkan platform e-commerce atau membuat market place, sehingga produk-produk UMKM dapat dipasarkan melalui market place yang dikelola koperasi,” pungkasnya. (Jen/an)

Print Friendly, PDF & Email