Nur Afifah Tristanti tanaga verifikator DinasKesehatan Kota Mojokerto-dok

MOJOKERTO- GEMA MEDIA : Teknologi informasi terus berkembang mendorong BPJS Kesehatan untuk senantiasa berinovasi guna memberikan kemudahan akses dan layanan kepada peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Beberapa waktu yang lalu, BPJS Kesehatan telah meluncurkan aplikasi Mobile JKN untuk meningkatkan pelayanan dan kemudahan dalam mengakses data Peserta JKN-KIS tanpa harus datang ke Kantor Cabang BPJS Kesehatan.

Salah seorang yang telah merasakan manfaat Aplikasi Mobile JKN yaitu Nur Afifah Tristanti (38). Perempuan paruh baya yang juga tenaga verifikator bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan (PSDK) di Dinas Kesehatan Kota Mojokerto tersebut sangat terkesan dengan mudahnya dalam mengunduh dan meng-install aplikasi Mobile JKN, Ifa begitu ibu satu anak ini biasa disapa, tengah berdiskusi bersama teman kerjanya membahas tugas distribusi kartu JKN-KIS di wilayah Kota Mojokerto.

“Aplikasi ini mudah dijalankan, hanya beberapa menit saja untuk mengunduh dan meng-install-nya. Untuk registrasi kita perlu menyiapkan data-data nomor kartu KIS, nomor KTP, nomor ponsel, alamat email dan beberapa data diri utama. Tampilan menunya sederhana tetapi fitur yang tersedia cukup lengkap. Ada menu Kartu Peserta digitalnya juga yang bisa digunakan untuk pelayanan di fasilitas kesehatan, jadi tidak harus menggunakan kartu KIS aslinya,” terang Ifa.

Sebagai seorang tenaga verifikator tentunya tidak memiliki banyak waktu untuk mengurus keperluan di luar kantor, sehingga untuk perubahan data kepesertaan JKN-KIS cukup dilakukan melalui Mobile JKN. “Untuk perubahan fasilitas kesehatan saya hanya login di aplikasi Mobile JKN tanpa mengantri lagi di Kantor Cabang BPJS Kesehatan, praktis dan sangat membantu,” jelas Ifa.

Selain perubahan fasilitas kesehatan, ada beragam fitur yang bisa diakses oleh peserta JKN-KIS diantaranya info mengenai BPJS Kesehatan, lokasi fasilitas kesehatan berdasarkan alamat terdekat, tagihan, nomor Virtual Account (VA). Aplikasi Mobile JKN juga dapat digunakan untuk pendaftaran Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) serta melakukan skrining riwayat kesehatan, sehingga peserta bisa melihat potensi risiko kesehatannya dengan sangat mudah. Nantinya peserta juga dapat melakukan pendaftaran pelayanan kesehatan melalui Mobile JKN. Ifa terlihat antusias saat membuka aplikasi Mobile JKN yang menampilkan fitur riwayat pelayanan.

“Informasi yang ditampilkan begitu detail, dengan fitur riwayat pelayanan saya bisa melihat kapan dan dimana saya pernah dilayani di fasilitas kesehatan, lengkap dengan diagnosa penyakit yang pernah saya alami saat itu. Melalui aplikasi Mobile JKN, informasi penting yang saya butuhkan tentang riwayat kesehatan bisa dengan mudah dan jelas untuk diketahui,” terang Ifa.

Ifa mengatakan, sejak dia dan keluarganya terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, dirinya tidak lagi khawatir karena dia dan keluarganya sudah mendapatkan jaminan kesehatan.

“Kita tidak menginginkan sakit tetapi kita tidak pernah bisa memastikan kesehatan diri dan keluarga. Kesehatan akan menjadi sangat mahal ketika sakit datang, dengan mendaftarkan diri sebagai peserta JKN-KIS maka jaminan kesehatan saya dan keluarga saya sudah terjamin. Tetapi kita juga tetap harus menjaga kesehatan dengan menjaga pola hidup yang sehat,” pungkas Ifa.

Di akhir kesempatan Ifa menyampaikan harapan tentang Program JKN-KIS dapat terus berlangsung karena manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat, khususnya bagi mereka yang kurang mampu dan memerlukan pelayanan kesehatan.(dok/an)

Print Friendly, PDF & Email