Kapolres Mojokerto Kota saat memberikan paparan terkait gerakan berani lawan narkoba dan kriminalitas.

MOJOKERTO – (GEMA MEDIA) – Semakin maraknya peredaran narkoba berbagai jenis, mengharuskan pihak berwenang melakukan pengawasan dan pantauan terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat lebih ketat.

Namun, pihak berwenang juga menyadari bahwa tidak mudah untuk menghentikan peredaran barang haram tersebut jika dilakukan tanpa melibatkan peran serta masyarakat. Untuk mencapai terwujudnya sinergitas dalam pemberantasan narkoba antara pihak berwenang dan masyarakat, Polres Mojokerto Kota menggelar Cangkrukan Diskusi Kamtibmas (Candimas).

Acara yang digelar di rumah dinas Polres Mojokerto Kota Jalan Pahlawan, Kota Mojokerto, Rabu (14/8/2019), dihadiri oleh Kapolres Mojokerto Kota, Kepala BNN Mojokerto, Camat, Lurah dan sekitar 150 tokoh masyarakat se Kota Mojokerto.

Dalam acara Candimas kali ini, Kepala BNN Kota Mojokerto, AKBP Suharsi, menyampaikan gambaran kondisi peredaran narkoba yang selama ini masih banyak terjadi di wilayah Mojokerto.

“Sudah terlalu banyak pelaku narkoba, baik pengguna, pengedar bahkan bandar besar, yang sudah kita tangkap. Namun kasus ini tidak kunjung berhenti, terus saja berjalan seperti tidak pernah jera,” ungkap Suharsi.

Kepala BNN Kota Mojokerto, AKBP Suharsi memberikan gambaran terkait banyaknya peredaran narkoba.

Lebih lanjut, jika kita dari pihak BNN maupun Polres saja yang bekerja secara terus menerus sekalipun, pihak juga tidak yakin tindak kriminal peredaran  barang haram ini akan tuntas.

“Sangat penting sekali peran serta dari masyarakat untuk membantu dalam pemberantasan peredaran narkoba. Membantu dalam hal, bukan masyarakat yang melakukan penangkapan. Dengan melaporkan jika ada hal-hal yang mencurigakan disekitar kita, itu sudah sangat membantu,” paparnya.

Suharsi juga memberikan sedikit gambaran tentang ciri-ciri jika di suatu tempat dipakai untuk pesta narkoba. Salah satunya dengan memberikan contoh alat-alat apa saja yang digunakan oleh pengguna.

“Kami berharap masyarakat tidak takut untuk melaporkan situasi mencurigakan yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Jangan takut, karena kami akan melindungi setiap masyarakat yang memberikan laporan kepada kami, BNN ataupun Polres Mojokerto Kota,” ungkap Suharsi.

Disisi lain, Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Sigit Dany Setiyono SH, SIK, M.Sc (Eng) menyampaikan bahwa narkoba ini adalah musuh bersama. Untuk itu tidak ada alasan lain kecuali memberantas sampai tuntas.

“Untuk mewujudkan hal itu, kami menginginkan dukungan dan kesepakatan dari masyarakat untuk membuat gerakan berani lawan narkoba dan kriminalitas,” harap Sigit.

Untuk itu, sambungnya, sebagai dengan langkah awal pihaknya akan membuat lomba dengan tema kampung bebas narkoba dan kriminalitas. Hal ini dimaksudkan untuk membuat stimulan bagi masyarakat, guna mengenali, memahami dan berani melawan narkoba dengan cara yang persuasif.

“Kita akan memberikan sedikit support bagi kampung yang kita nilai masuk dalam kategori lomba tersebut. Tapi hal ini bukan tujuan dasar kami,” ujarnya.

Kegiatan lomba kampung bebas narkoba dan kriminalitas ini sebagai media bagi masyarakat untuk lebih peduli dengan kondisi Kamtibmas disetiap lingkungan.

“Tujuan utamanya ialah kondisi kamtibmas disetiap sudut kota khususnya Kota Mojokerto ini bisa kondusif, aman, tentram dan damai, bebas dari narkoba dan kriminalitas,” pungkasnya. (Ron/yuk).

 

Print Friendly, PDF & Email