Pembukaan Jambore Ormas hari kedua di Pendopo Graha Praja Wijaya

MOJOKERTO – (GEMA MEDIA) – Hari kedua jambore ormas 2019 digelar oleh Bakesbangpol Kota Mojokerto. Saat ini jambore ormas dilaksanakan di Pendopo Graha Praja Wijaya, Jalan Gajah Mada no 145, Kota Mojokerto, Sabtu (3/8/2019). Pada kegiatan ini selain penyajian materi juga membentuk Forum Komunikasi Ormas dan dilanjutkan kegiatan donor darah.

Diikuti sekitar 100 perwakilan ormas se Kota Mojokerto, acara ini menghadirkan narasumber dari Universitas Airlangga Surabaya. Dalam materinya, Suko Widodo, dosen Unair mengatakan pada dasarnya ormas merupakan pendukung vital dari pembangunan sebuah daerah.

Suko Widodo menjadi narasumber dalam acara jambore ormas 2019

“Hal ini sudah termaktub dalam undang-undang, bahwa ormas adalah jembatan komunikasi paling efektif antara masyarakat dan pemerintah,” kata Suko

Selain itu, lanjutnya, ormas merupakan bagian penting dalam rangka pembangunan sebuah daerah. Juga sebagai kepanjangan tangan pemerintah untuk menyampaikan berbagai program kepada masyarakat. Lebih daripada itu, ormas juga bisa menjadi pelaksana program pemerintah yang tidak tercover.

“Namun perlu diperhatikan juga, apakah peran ormas itu benar-benar berjalan sesuai dengan harapan atau kah tidak,” tukasnya.

Melihat kondisi kekinian, dosen yang juga sangat peduli pada bidang sosial budaya tersebut menyampaikan bahwa tidak dipungkiri esensi ormas saat ini sedikit banyak bergeser dari koridornya. Ormas lebih banyak bergantung pada dana yang digelontorkan oleh pemerintah dan tidak sedikit pula ormas yang hanya menampakkan sikap ada namun tidak ada.

Kepala Bakesbangpol Kota Mojokerto saat memberikan sambutan di acara jambore ormas 2019

“Ormas itu aktivis atau selebritis, mengedepankan program atau hanya seragam, lebih memilih acara atau sekedar upacara, cenderung menyumbang atau menguang, ini yang harus dicermati bersama,” sindirnya.

Dari penyampaian materi yang diberikan, dirinya mengharapkan ormas di Kota Mojokerto tidak menjadi bagian dari kelompok yang sekedar narsis, namun benar-benar menjadi ormas yang mampu mendukung program pemerintah, dengan cara menjadi partner yang berkualitas.

Disisi lain, kepala Bakesbangpol Kota Mojokerto, Anang Fachrurozi, S.Sos, M.Si mengatakan, jambore ormas ini diadakan untuk mewujudkan munculnya ormas-ormas yang berkualitas dan berkompeten dibidangnya.

“Ormas di Kota Mojokerto jumlahnya sangat banyak, lebih dari seratus ormas. Namun tidak semuanya aktif,  nama ormasnya ada tapi sekretariat dan pengurusnya tidak jelas. Ada juga ormas yang hanya bernama namun tidak pernah ada kegiatannya,” paparnya.

Untuk itu, sambung Anang, pihaknya akan melakukan pantauan lebih intens dan akan melakukan evaluasi untuk menertibkan ormas-ormas yang memang tidak aktif.

“Kita akan lakukan evaluasi dan melakukan pendataan ulang terhadap ormas-ormas yang ada di Kota Mojokerto. Agar kedepannya, peran ormas ini benar-benar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan bisa mendukung program-program pemerintah dalam mewujudkan visi dan misi pemerintah daerah,” pungkasnya. (Ron/yuk).

 

Print Friendly, PDF & Email