forum anak kampanye Say No To Body Shaming di Aloon-aloon Kota Mojokerto-an

MOJOKERTO – GEMA MEDIA: Sekitar 300 Anak yang tergabung dalam forum anak di Kota Mojokerto melakukan kegiatan kampanye Say No to Body Shaming di area Car Free Day Aloon-aloo Kota Mojokerto, minggu 14/7/2019. Gerakan berhenti mencela fifik (Say No To Body Shaming) kali ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan sebelumnya.

Kegiatan ini merupakan program pendampingan dari Pusat Gender dan Kesehatan LP2M Universitas Negeri Malang yang bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinas P3AKB) Kota Mojokerto.

dosen pembimbing dari kanan : Sndhi, Anggaunita dan Farah-an

Dr. Sendhi Tristanti P.M.Kes Koordinator kegiatan dari Pusat Gender dan Kesehatan LP2M Universitas Negeri Malang hadir secara langsung  beserta timnya Farah Farida T,S.Psi,M.Psi,Pesikologi, Anggaunita Kiranantika, M.Sos  serta para tutor dari mahasiswa yaitu Ahmad, Aziz, Amel. Dalam aksinya anak-anak membeberkan poster yang dibuatnya sendiri oleh mereka, kemudian membagi brosur yang berisikan pesan-pesan agar masyarakat secara umum menghentikan kebiasaan mencela fisik.  Perbuatan mencela fisik dengan komentar yang jelek dan negative dapat merugikan dan berdampak secara psykis terhadap korban (orang yang dikomentari negative).

Dr. Sendhi menuturkan, tujuan dari kampanye kali ini adalah merupakan bagian dari sosialisasi.  “anak-anak sebelumnya sudah  mengikuti sosialisasi,maka mereka sudah paham dan selanjutnya disosialisasikan kepada teman-temannya” kata dr. Sendhi. Demi keberlanjutan program ini, Dr. Sendhi berharap bisa ditindaklanjuti oleh Pemerintah Daerah Kota Mojokerto dengan kegiatan lain yang konkrit dan terikat. “Saya kira ini awal dapat mendukung terwujudnya Kota Layak Anak” katanya.Terhadap anak-anak melalui kegiatan ini dapat memberi motivasi agar menjadi anak-anak lebih aktif, inovatif, cerdas dan kreatif tidak terbawa arus perkembangan teknologi, tetapi  mampu menciptakan perkembangan teknologi yang baik berbasis budaya ketimuran, terangnya.

forum anak dan pembina persiapan kampanye di aloon-aloon-an

Untuk keberlanjutan aktivitas forum anak di Kota Mojokerto, Drs. Wahyu Sri Sedono,M.Si Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Pengarustamaan Gender, Pengarustamaan Hak Anak dan Pemberdayaan Masyarakat pada P3AKB Kota Mojokerto melalui Muntamah, SH Kasi Penguatan dan Pengembangan Kelembagaan Pengarustamaan Gender, Pengarustamaan Hak Anak berharap agar setelah pendampingan dar Perguruan Tinggi ini forum anak yang ada di Kelurahan bisa difasilitasi oleh lurah masing-masing, agar energy anak-anak tidak turun, sebab anak-anak sudah mulai termotivasi untuk maju dan berkembang sehingga Kota Layak Anak benar-benar dapat terwujud.(an)

Print Friendly, PDF & Email