Sekretaris Disperindag Kota Mojokerto saat mendampingi pelaku IKM yang berkonsultasi-ron

MOJOKERTO – (GEMA MEDIA) – Usai mendapatkan kunjungan dari Diperindag Provinsi Jawa Timur dan rombongan Colombo Plan, Disperindag Kota Mojokerto dan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) Kota Mojokerto bersiap untuk melakukan pembenahan. Hal ini terkait dengan saran dan masukan atas kemasan produk makanan dan minuman (mamin) yang disampaikan oleh Disperindag Provinsi Jawa Timur sat berkunjung ke Kantor Disperindag Kota Mojokerto, Rabu (10/7/2019).

Enny Rahmawati, Sekretaris Disperindag Kota Mojokerto mengatakan bahwa adanya pelayanan konsultasi dari Disperindag Provinsi Jawa Timur membuat pihaknya mengerti akan kekurangan dalam kaitannya dengan desain kemasan produk mamin. “Perlu kiranya kita dari Disperindag Kota dan pelalu IKM Kota Mojokerto, lebih meningkatkan kualitas produk khususnya pada desain kemasannya. Meskipun rasa produk maminnya enak tapi kemasannya  asal-asalan jadi kurang menarik,” kata Enny.

Khusnul Rohmatin, Pelaku IKM yang turut serta dalam kegiatan di Kantor Disperindag Kota Mojokerto-ron

Sambungnya, jadi hari ini diantara IKM yang hadir dapat menimbah ilmu bagaimana membuat desain yang lebih baik dan menarik serta diberikan contoh cara untuk mendesain agar menarik dan layak jual. “Karena tadi sudah ada masukan serta kritik, maka mulai hari ini kita harus berbenah. IKM harus mau berbenah dan pemerintah akan memfasilitasi,” ungkapnya.

Berkenaan dengan fasilitas, Disperindag sudah membuat catatan khusus untuk bisa ditindaklanjuti dan ini adalah bentuk respon positif dari pemerintah guna meningkatkan kemajuan IKM di Kota Mojokerto. “Kita akan rencanakan sosialisasi kepada seluruh IKM di Kota Mojokerto. Yang pertama mungkin melalui perwakilan kelompok-kelompok hingga nantinya seluruh pelaku IKM bisa mendapatkan sosialisasi yang merata,” ujar Enny.

Sementara itu, Khusnul Rohmatin, pelaku IKM asal Prajurit kulon Kota Mojokerto, mengakui telah mendapatkan tambahan ilmu dari kegiatan ini. Produsen roti Jhon Inul ini mengaku setelah berkonsultasi dengan petugas dari Disperindag Provinsi Jawa Timur, telah mendapatkan gambaran bagaimana membuat kemasan dari produknya yang harus dibenahi. “Kemasan produk saya sudah bagus namun masih harus ada pembenahan sedikit agar lebih menarik lagi. Ini pengalaman dan pengetahuan berharga bagi saya,” katanya.

Dirinya menjelaskan bahwa kemasan dari produknya harus ada pembenahan desain baik dari panjang maupun ketebalan bahan kemasan. Selain itu ada satu sisi yang dibuat dari bahan mika agar transparan.”Jenis dan model kemasan ini memang berpengaruh bagi omset karena biasanya untuk dibawa pulang oleh pembeli. Dengan adanya pelayanan konsultasi ini kami berharap akan meningkatkan omset lebih baik lagi,” paparnya.

Disisi lain, peran pemerintah juga menjadi pendukung penting atas keberlangsungan pelaku IKM dalam mengembangkan usahanya. Hal ini juga menjadi curahan hati pelaku IKM yang mempunyai lapak jualan di Jalan Majapahit dan Jalan Benteng Pancasila ini.  “Secara pribadi saya mengharapkan peran pemerintah khususnya untuk permodalan. Karena saya berkeinginan akan membuka banyak lapak dan bisa menyerap tenaga kerja yang lebih banyak,” tukasnya.

Lebih daripada itu, sambung Khusnul, pihaknya berharap kepada pemerintah untuk bisa memberikan lokasi atau tempat khusus bagi produk IKM agar bisa dimanfaatkan untuk berjualan. Karena dengan adanya tempat khusus seperti itu, Kota Mojokerto juga bisa dikenal dengan pusat oleh-oleh dan kuliner yang lebih memasyarakat. “Kami berharap, pemerintah lebih fokus dan perhatian dengan pelaku IKM dalam mengembangkan produk-produknya,” pungkasnya.(Ron/an)

Print Friendly, PDF & Email