Siswantoko sang Instruktur sedang memimpin senam-an

MOJOKERTO-GEMA MEDIA: Pelan tapi pasti Pemerintah berharap masyarakat dapat melakukan  kegiatan hidup sehat secara mandiri, melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).  Tidak sulit untuk dilakukan hanya tinggal kemauan kita saja, karena dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun. Salah satu contoh Germas adalah melakukan aktifitas fisik yaitu dengan berolahraga. Senam misalnya, gerakan peregangan, jogging, lari  yang dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh kita.

“Mencegah tentu lebih baik dari pada mengobati” kata seorang kawan Rahmad Tribakti pegiat senam di Aloon-aloon Kota Mojokerto.  Bakti, panggilan akrabnya saat ditemui gema media menuturkan, senam ini dipelopori oleh komunitas “OKE” . Dilaksanakan setiap hari minggu pagi bersamaan dengan Car Free Day. Sebenarnya senam ini dirintis sejak 6 (enam) tahun lalu sebelum ada Car Free Day dan belum ada komunitas.  Munculnya komunitas “OKE”  baru satu tahun kemudian.  “OK” itu kepanjangan dari (Olahraga Kebugaran) Kota Mojokerto.

para peserta gerakan bergandengan tangan untuk menciptakan keakraban -an

Sedangkan Car Free Day Aloon-aloon meruakan inisiasi dari Polres Mojokerto Kota pada tahun 2018 lalu. Bakti yang bertindak selaku sekretaris sekaligus Humas “OKE” sudah melakukan berbagai terobosan bekerjasama dengan berbagai OPD untuk  Sounding kegiatan.  Misalnya dengan Dinas Kesehatan. Dinas P3AKB, KPU, Dinas Pendidikan dan pihak ormas lainnya dalam rangka sosialisasi dan kampaye layanan public, seperti Pemilu, gerakan anti Narkoba, tertib berlalu lintas, kebersihan lingkungan. Sedangkan untuk event tertentu misalnya Hari Kartini peserta senam dengan menggunakan kebaya/pakaian nasional.

Selain olahraga di Aloon-aloon, seringkali senam dilaksanakan secara anjangsana, senam wisata dan lain-lain.  Untuk giat bhakti social, mendukung penggalian dana dengan bekerjasama dengan BSMI untuk membantu saudara yang tertimpa musibah.  Secara kelembagaan, OKE sudah terdaftar di Bakesbangpol Kota Mojokerto.

para oficial muda senam bersama di aloon-aloon Kota Mojokerto-a

Untuk kelancaran dan existensi olahraga ini pihak Disporabudpar sudah memberikan dukungan terhadap sarana dan prasana. Sehingga masyarakat dapat memastikan bahwa, setiap minggu ada giat senam. “ya sekali waktu libur karena ada sesuatu hal yang harus diliburkan dengan memberikan informasi terlebih dahuu” tambah Bakti.

Siswantoko ketua Komunitas “OKE” sekaligus bertindak selaku instuktur  dan Ira Instruktur lainnya merasa bersyukur, dapat mengkoordinir olahraga secara mandiri ini. Dari waktu ke waktu peserta semakin banyak, melalui senam ini semoga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat utamanya warga Kota Mojokerto. “Mudah-mudahan masyarakat kita semangat untuk membudayakan diri berolahraga”  katanya.

Terkait Germas, secara terpisah Dra. Cristiana Indah Wahyu, Apt,M.Si Kepala Dinas Kesehatan Kota Mojokerto menjelaskan, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat sesuai dengan Inpres Nomor 1 tahun 2017. Menurut Indah, jika ingin hidup sehat masyarakat harus melakukan “CERDIK” yang artinya  Cek Kesehatan secara Berkala, Enyahkan asap rokok dalam rumah, Rajin melakukan aktifitas fisik, Diet Seimbang, Istirahat yang cukup, Kelola  stress, jelas Indah. “Alhamdulilah di Kota Mojokerto, sudah terlihat masyarakat kita melakukan gerakan “CERDIK, ingat sehat dimulai dari saya” tegas Indah.  (an)

 

Print Friendly, PDF & Email