foto bersama calon tim redaksi Tabloid Suara Hati Kita-an

MOJOKERTO-GEMA MEDIA: Bekerjasama dengan Pusat Gender dan Kesehatan Universitas Negeri Malang, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinas P3AKB)  akan menerbikan Tabloid Suara  Kita (Suhita). Tabloid ini menurut rencana berisikan  tentang peningkatan literasi perempuan dengan berbagai rubrikasi. Untuk mempersiapkan penerbitan Tabloid tersebut, Dinas P3AK mengundang 20 orang kader  untuk mengikuti pembekalan yang bertempat di Kecamatan Kranggan, Sabtu 6/7/2019.

Dr. Azizatuz Zahro, S.Pd,  M.Pd, ketua Tim Pengabdi Pusat Gender dan Kesehatan  Universitas Negeri Malang saat memberikan materi menyampaikan, peningkatan literasi bagi perempuan ini sangat penting, agar perempuan tidak selalu menjadi sasaran diskriminasi. “Jika perempan memiliki sumberdaya yang kopenten, maka tidak akan terjadi diskriminasi” katanya.  Walau pada era teknologi saat ini tidak dipungkiri ada juga laki-laki menjadi korban diskrimninasi.  Oleh karenanya peran gender sangat penting, ada keseimbangan antara hak dan kewajiban laki-laki dan perempuan. “pada prinsipnya hanya jenis kelamin saja yang membedakan antara laki-laki dan perempuan” tegas Zahro panggilan akrab Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Dr. Azizatuz Zahro, S.Pd, M.Pd- Narasumber-an

Rencana penerbitan Tabloid ini, kader binaan akan menjadi kontributor, dengan pembagian tugas dan betanggungjawab setiap rubrikasi. Zahro yakin, ibu-ibu kader mampu menulis sesuai konten yang ada. Melihat saat ini, tidak disadari setiap orang telah menjadi jurnalis.  Dengan adanya smartphone setiap saat seseorang bisa membuat tulisan dari apa yang ada dalam pikirannya dan dari apa yang telah dibacaya bisa dituangkan dalam tulisan melalui media social seperti face book, WA, Instafram dan lainnya.

Salah satu kelompok masyarakat yang penting ditingkatkan literasinya adalah perempuan. Secara sosial, perempuan memiliki peran yang penting dalam keluarga dan pendidikan keluarga. Begitu besarnya peran perempuan dalam pendidikan keluarga sehingga muncul ungkapan mendidik perempuan berarti mendidik seluruh anggota keluarga. Perempuan dianggap memiliki akses yang sangat baik kepada anak-anak dan seluruh anggota keluarga. Pembinaan literasi perempuan berarti pembinaan literasi seluruh anggota keluarga. Oleh karena itulah, dalam pengabdian pada masyarakat ini dilakukan pembinaan litersi pada perempuan, terang Zahro.

Pembukaan Peningkatan Literasi nagi Peremuan di Kota Mojokerto- an

Sementara itu Dr. H. Ludi Wishnu Wardana, SE, S.Pd, ST, MM anggota tim lainnya menambahkan, Tabloid Suhita ini rencananya akan diterbitkan setiap 3 (tiga) bulan sekali.  Selain itu juga akan ditambahkan media online agar stiap kegiatan bisa diupload. Menurut Ludi, dipilihnya Kota Mojokerto sebagai lokasi pengabdian para akedemisi ini antara lain, karena Kota Mojokerto tengah giat melakukan pembangunan segala sektor. Kondisi yang demikian menuntut Mojokerto untuk memiliki sumber daya manusia yang handal dan literat sehingga bisa menyelaraskan dengan perkembangan yang sangat cepat. Pembekalan ini masih berlanjut untuk beberapa kali pertemuan lagi sampai dengan para kader ini siap menulis.

Secara remi penguatan literasi bagi perempuan ini dibuka oleh Junaedi , SH,MM Kabid Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada Dinas P3AKB. Juanedi menyambut gembira atas kerjasama ini  karena sangat membantu meningkatkan kapasitas dan sumber daya para kader. Gayung bersambut antara kebutuhan Kota Mojokerto dengan pengabdian para akaemisi ini. “semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat  di Kota Mojokerto” katanya. Hadir pula anggota tim lainnya yaitu Lisa Sidyawati, S.Pd., M.Pd, Mochamad Bayu Ari Sasmita, Yosy Kusuma Wardhani, Dr. Subhan, S.Pd., M.Si dan Vira Setia Ningrum , S.Pd.  (an)

Print Friendly, PDF & Email