Walikota Mojokerto bersama Forkopimda mengunjungi stand IPM3 Kota Mojokerto-an

MOJOKERTO-GEMA MEDIA: Walikota Mojokerto Hj.Ika Puspitasari, SE (Ning Ita) memberikan apresiasi kepada seluruh peserta Mojokerto City Expo Pesta Rakyat 2019 yang digelar di Lapangan Raden Wijaya Kelurahan Surodinawan Kecamatan Pajuritkulon Kota Mojokerto. Apresasiasi kali ini terlihat saat Walikota mengunjungi stand-stand peserta saat hari pertama pembukaan.  Satu persatu dikunjungi beserta jajaran Forkopimda dengan berbincang-bincang terkait usaha mereka.

Stand IPM3 misalnya, Ikatan Pengusaha Makanan dan Minuman Kota Mojokerto (ipm3), juga disambangi oleh Ning Ita. Menurutnya, gabungan pelaku usaha kecil menengah seperti IPM3 ini terus ditingkatkan usahanya. Dengan menambah ilmu dan pengalaman melalui pelatihan-pelatihan. “ bisa begabung dengan “Moka Space” untuk berkolaborasi dalam mengembangkan usahanya.

Mengabadikan moment bersama bertemu Walikota Mojokerto-an

DR.Lisa Rohmani, M.Si ketua IPM3 Kota Mojokerto menuturkan, ikatan para pelaku usaha makanan dan minuman (Mamin) yang begabung sebanyak 50 pengusaha.  “mereka ini khusus usaha mamin, kategori industry rumah tangga” katanya. Kegiatan yang sudah dilakukan oleh para anggotanya antara lain mengikuti pembinaan dari OPD terkait.

Misalnya, Dinas Perindutrian dan Perdaganan, melakukan pembinaan terkait cara pengemasan. Media marketing dan lainya. “mengingat Disperindag ada bidang yang menangani Industri, bidang perdagangan, bidang pomosi dan pameran” kata Lisa. Sedangkan Diskomunaker, pembinaan terkait UMKM dan pengembangan usaha lainnya.

Terkait lebel halal, IPM3 difasilitasi oleh Dinas Perindutrian dan Perdaggan Kota Mojokerto kerjasama denga Disperindag Provinsi selanjutnya berkoordinasi dengan Lembaga MUI Jawa Timur. Maka sertifikat halal telah diberikan kepada IPM3 untuk beberapa produk yang telah melalui hasil pemeriksaan. Demikian juga terkait IPRT, prosesnya  melalui Dinas Kesehatan.

DR. Lisa dan pengurus IPM3 foto bersama di stand pameran-an

Terkait uji nutrisi, keamanan pangan menjadi ranah Dinas Kesehatan.  Pengenalan terhadap bahan makanan yang sehat, juga bahan makanan yang berbahaya yang tidak boleh digunakan.  Demikian juga terhadap penggunaan bahan tambahan atau bahan pengawet, seberapa persen boleh digunakan agar tetap aman dan sehat.

Adanya komunitas ini menurut Lisa adalah untuk mencapai tujuan bersama, berkolaborasi dan bersinergi saling memberi manfaat . “prinsipnya IPM3 itu ibarat bersaing secara sehat untuk maju bersama” terang Lisa.  Semua sarana prasarana untuk kebutuhan pameran sudah tersedia, jadi kalau harus tampil pameran atau kegiatan lain secara bersama-sama tidak sendiri-sendiri.  Kesibutan DR, Lisa sebagai Dosen pengajar di Univesitas Negeri Malang tidak mengganggu kegiatan IPM3 di Kota Mojokerto,pungkasnya. (an)

 

Print Friendly, PDF & Email