AKP Amat, SH saat ditemui di ruang kerjanya.

MOJOKERTO – (GEMA MEDIA) – Guna meminimalisasi  penyakit masyarakat yang masih banyak terlihat dalam bulan suci Ramadhan ini, Polres Mojokerto Kota menggelar operasi pekat mulai tanggal 15 Mei 2019 hingga 14 hari ke depan.

Operasi pekat ditujukan sebagai langkah konkrit dalam menanggulangi penyakit masyarakat yang selama ini masih marak. Hal ini disampaikan oleh Kasat Sabhara Polres Mojokerto Kota, AKP Amat, SH, saat ditemui awak media, Senin (20/5/2019)

“Sebelum operasi ketupat, kita selalu menggelar operasi pekat terlebih dahulu. Gunanya untuk lebih menertibkan hal-hal yang terkait dengan gangguan kamtibmas,” ujar AKP Amat.

Sejauh ini operasi pekat sudah mendapatkan hasil yang signifikan. Adapun sasaran dari operasi pekat itu sendiri antara lain, Miras, curanmor, anjal, judi, narkoba.

Anak jalanan yang terjaring operasi pekat Polres Mojokerto Kota

“Tadi malam kita juga menjaring 18 anak jalanan. 7 anak diantaranya sudah kita periksa dan diserahkan ke Dinas Sosial Kota Mojokerto. Sementara untuk 11 anak masih kita periksa,” tambahnya.

Amat menambahkan , mereka yang terjaring kebanyakan masih dibawah umur. Untuk itu, sebagai langkah pembinaan maka diserahkan ke Dinas Sosial guna mendapatkan pembinaan yang tepat.

“Sementara itu, ada juga yang sudah dianggap bukan anak. Maka akan kita terapkan sanksi tindak pidana ringan (Tipiring). Sanksi ini pun sebenarnya juga salah satu bentuk pembinaan agar mereka menjadi lebih baik dan tidak lagi melanggar aturan yang berlaku,” paparnya.

Selama ini, seperti diketahui bahwa Polres Mojokerto Kota telah melakukan banyak langkah-langkah preventif untuk menjaga kondisi kamtibmas tetap kondusif. Diantaranya dengan melakukan dialog-dialog dengan seluruh elemen masyarakat, baik ormas, kelompok keagamaan maupun komunitas-komunitas.

“Dialog ialah langkah yang paling jitu dan mujarab untuk bisa mengetahui keluhan masyarakat. Dari dialog itulah, kita bisa tahu apa yang terjadi di masyarakat dan mengambil langkah yang tepat untuk bertindak,” ungkap Amat.

AKP Amat,SH juga mengharap kepada seluruh masyarakat tidak canggung memberikan laporan terkait dengan kejadian-kejadian di lingkungan sekitarnya. “Kita ini melayani masyarakat, jadi tidak perlu canggung untuk melapor. Bahkan disetiap kesempatan dialog, bapak Kapolres selalu memberikan nomor telepon beliau. Gunanya apa, ya agar masyarakat bisa langsung berkomunikasi bahkan dengan Kapolres. Ini bentuk kepedulian dan pelayanan dari pihak kepolisian,” pungkasnya.

Tugas kepolisian ialah melayani masyarakat. Guna meningkatkan kinerja agar lebih baik, sangat perlu masukan dan pengawasan dari masyarakat. Karena sangat disadari bahwa, semua instansi tidak ada yang sempurna. Maka sangat perlu peran dari seluruh elemen masyarakat.(Ron/yuk).

 

Print Friendly, PDF & Email