Tim I dipimpinoleh Dinas Kesehatan Kota Mojokerto-an

MOJOKERTO-GEMA MEDIA: Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) terintegrasi jumat pagi, 17/5/2019 di RT.03/RW.06 Lingkungan Gunung Anyar Kelurahan Gunung Gedangan, ditemukan beberapa  masalah. Salah satu diantaranya menjumpai peternak bebek sekaligus pengusaha telor asin.  Saat dikunjungi dirumahnya sekaligus memantau jentik, Saeri pengusaha telor asin dari bebek yang diternaknya sendiri.. Dra. Cristiana Indah Wahyu, Apt, M,Si Kepala Dinas Kesehatan Kota Mojokerto didampingi  Camat Magersari, Kepala Puskesmas Kedundung dan tim I, telah berbincang-bincang  dengan pemilik usaha tersebut.  Menurut Indah, Rumah Saeri dalam kondisi bersih, namun usahanya perlu ditingkatkan.  Indah, panggilan Dinas Kesehatan ini menyarankan agar tetap menjaga kebersihan dalam memproduksi telor asin ini.”menjaga standarisasi makanan sehat jenis industry Rumah Tangga. Jika produksinya bersih dan sehat, maka sangat mudah untuk membantu pemasaran” kata Indah.

kadinkes besama Camat dan Kapus Kedundung sedang berbincang denganSaeri pengusaha telor asin-an

Dinas Kesehatan siap membantu untuk Pengurusan industry rumah tangga (PIRT) nya, untuk itu perlu dijaga kebersihan dan higenysnya. “Kalau sudah punya PIRT dapat diupload di in comers, sehingga dapat meningkatnya hasil penjualannya” terang Indah.

Mengenai bebek yang diternak sendiri menurut Indah, perlu sesekali dilepas ke sawah agar bebek dapat tumbuh sehat. Namun menurut Saeri, untuk ke sawah sudah dilakukan satu minggu sekali.  Itupun kalau yang punya sawah tidak keberatan.  Padahal dengan bebek ke sawah, dapat membantu petani bebas dari hama wereng, dan walang sangit termasuk cool sawah.  Namun disisi lain, pekerja sawah bilang, dengan adanya bebek, sawah menjadi kotor sehingga pekerja merasakan gatal-gatal. Untuk ini perlu ada kerjasama yang sinergi antar keduanya untuk bisa saling mendukung satu dengan yang lain.

Dalam hal ini, Saeri juga optimis ingin menjadi pengusaha telor asin yang sukses, dapat menjangkau pasaran minimal Kota Mojokerto sendiri.  Dengan memperbaiki manajemennya dan kwalitas produknya dapat memenuhi ketentuan yang ada baik dari segi kesehatan maupun perdagangan.

sedang evaluasi hasil kunjungan ke rumah warga-an

Di Kelurahan Gunung Gedangan secara umum menurut Lurah Gunung Gedangan Fathoni, masih ditemukan orang dalam gangguan jiwa (ODGJ), ada warga yang berkebutuhan khusus, ada satu balita yang tidak mau ke posyandu. Kemudian dari  jumlah keluarga yang dijentik, 5 diantaranya positif jentik, sehingga  nilai Angka  Bebas Jentik (ABJ) sekitar 95 %.

Pada kesempatan tersebut Indah berpesan kepada warga setempat dan para kader agar tetap aktif untuk memantau kesehatan masyarakat. “ingat satu kader memantau 20 rumah dan hasilnya dilaporkan secara berjenjang mulai dari RW, Lurah, Camat dan Dinas Kesehatan”  Indah juga menyampaikan terima kasih kepada para kader yang tetap aktif dan semangat serta menyampaikan permohonan ,maaf Ibu Walikota yang tidak bisa hadir karena ada undangan di Surabaya.pungkasnya(an)

Print Friendly, PDF & Email