Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian sedang melakukan sidak pangan segar di Swalayan

MOJOKERTO   GEMA MEDIA : Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia selain sandang dan papan. Pangan memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu dibutuhkan suatu jaminan bahwa pangan yang dikonsumsi sehari-hari oleh manusia memiliki tingkat keamanan yang tinggi, sehingga manusia dapat bebas dari serangan penyakit atau bahaya yang berasal dari makanan. Pemerintah menyadari pentingnya keamanan pangan yang dikonsumsi oleh manusia sehingga menetapkan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 yang mengatur tentang pangan. Disamping Peraturan Pemerintah No.28 Tahun 2004 tentang keamanan, Mutu dan Gizi Pangan.

Tim pangan segar lakukan sidak daging

Terkait dengan hal tersebut memasuki bulan Ramadhan ke – 2, Dinas  Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP)  Kota Mojokerto melalui Bidang Ketahanan Pangan dibawah Sri Asih, S.Sos, MM,   menggelar Inspeksi Mendadak Sidak) Pangan Aman/Survey mengenai pangan segar (daging sapi, daging ayam, telur, sayur mayur dan buah-buahan )  di 5 (lima) titik yaitu di Swalayan Superindo, Sanrio, Carefur, Pasar Modern dan Pasar Tradisional, mulai tanggal 15 Mei sampai dengan tanggal 22 Mei 2019.

Tim sidak pangan segar melakukan sidak buah2an

Sidak Pangan Aman/Survey  dipimpin oleh Sekretaris DKPP Dra. Irianti Wahjuningsih , Apt. menggandeng Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Kepala Bidang Pertanian dan Kepala Bidang Peternakan dan Perikanan serta Kepala Seksi  yang membidangi kegiatan tersebut,  Koordinator PPL dan dokter hewan yang di UPT RPH. Sidak pangan aman ini dilakukan untuk mengantisipasi peredaran bahan pangan yang tidak layak dikonsumsi menjelang lebaran yang sebentar lagi akan tiba.

Menurut Sri Asih, dari hasil sidak bahan pangan segar  yang diawali di Superindo ditemukan  jenis bahan pangan ikan tengiri, sayur sawi, terong, cabe dalam kondisi kurang baik/kurang segar. Sedangkan di Carefure cumi sero, ikan teri,buah pir hijau, klengkeng, sirsak, kedondong dan jeruk juga ditemukan dalam keadaan kurang baik/kurang segar.

Dalam kesempatan tersebut Tim sidak pangan langsung memberikan pembinaan dan penyuluhan serta jenis-jenis pangan kurang baik/kurang segar  dianjurkan untuk segera ditarik dari etalase. Dijelaskan oleh Tim bahwa  pangan yang baik dan layak dikonsumsi adalah pangan yang tidak busuk, tidak menjijikkan dan bermutu baik serta bebas dari cemaran antara lain : bahaya cemaran pada pangan segar : Cemaran mikroba, parasit serangga dan lain-lain, bahaya kimia residu pestisida,hormone dan obat-obatan logam berat. Jadi jangan sampai masyarakat membeli makanan yang dapat merugikan kesehatan.

Sri Asih, S.Sos, MM, Kepala Bidang Ketahanan Pangan, sidak ikan

Sri Asih, S.Sos, MM, Kepala Bidang Ketahanan Pangan menambahkan  maksud dan tujuan sidak pangan pertama  untuk melindungi masyarakat dari pangan yang beresiko terhadap kesehatan, kedua memberikan acuan untuk penataan penanganan dan penyajian di Swalayan, pasar modern dan pasar tradisional sesuai konsep keamanan pangan, ketiga memberikan pedoman dan informasi kepada pelaku usaha tentang cara ritel yang baik dan mendukung pasar sebagai obyek wisata.

Berkat melaksanakan arahan dari Kepala Dinas DKP2, Drs. R. Happy Dwi Prasetyawan, Msi, dalam melaksanakan sidak pangan aman nantinya akan sangat bermanfaat bagi pedagang dan pengelola pasar dalam melaksanakan cara ritel pangan yang baik di Swalayan,pasar modern dan pasar tradisional. Disamping sebagai salah satu acuan dalam kegiatan pengawasan oleh Badan POM maupun pemerintah daerah juga sebagai panduan konsumen dalam memilih pangan yang memenuhi persyaratan keamanan dan mutu. Sidak pangan segar berikutnya akan dilanjutkan ke pasar modern dan pasar tradisional.(yuk).

 

 

 

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email