Komisioner KPU saat dirumah almarhum Subaji sedang foto bersama isteri almarhum-an

MOJOKERTO-GEMA MEDIA:Ada-ada saja isu yang berkembang hingga viral di media social  yang dimanfaatan oleh orang-orang tertentu yang dengan sengaja membuat keresahan masyarakat. Salah satu contohnya isu yang sempat viral meninggalnya petugas KPPS karena diracuni. Roshidi Idom komisioner KPU Kota Mojokerto saat dikonfirmasi kontan saja menentang keras atas pernyataan tersebut, Menurut Idom panggilan akrabnya, berita itu bukan hanya hoax, tetapi sangat-sangat tidak betanggungjawab dari orang-orang yang tidak bisa berpikir sehat.. Secara logika orang yang terkena racun pasti meninggal seketika dan bersama-sama, akan tetapi faktanya sampai dengan hari kesepuluh pasca pemilu masih saja ada korban yang meninggal dunia akibat kelelahan.

Pernyataan itu disampaikan saat bersilaurahmi kerumah Almarhum Subarji ketua KPPS 7 Kelurahan Balongsari yang meninggal saat itu. Idom, bersama komisioner lainnya yaitu Triwidya Kartikasari, dan Sukrisno Adi serta Suminto dan Risky secretariat KPU. Kehadiran rombongan KPU Kota Mojokerto ditemui langsung oleh Isteri almarhum Winarni di rumah duka Sumolepen Gg. SawahKelurahan Balongsari.

Komisioner KPU Triwidya Kartika sari menyerahkan santunan kepada isteri almahum Subarji-an

Tujuan silaturahmi kali ini, atas nama keluarga besar KPU Kota Mojokerto menyampaikan bela sengkawa yang sedalam-dalamnya. Tujuanya adalah bersilaturahmi dan sekaligus menyampaikan santunan sekedarnya  sebagai bentuk Tali Asih dan semoga bermanfaat. “Atas nama KPU, Idom menyampaikan permohonan maaf apabila selama ini ada kesalahan, dan ucapan terima kasih yang tak terhingga atas perjuangan dan pengorbanan Bapak Subarji sebagai pahlawan Demokrasi dalam Pemilu 2019.  Semoga segala amal kebajikan dapat diterima oleh Allah SWT”.kataynya

Lebih lanjut Idom menyampaikan bahwa santunan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada  keluarga yang meninggal akan diberikan pada tanggal 20 Mei mendatang bersamaan dengan daerah lain di Jawa Timur.  Sementara Santunan dari KPU RI masih berproses, “KPU Kota Mojokerto sudah mengirimkan data-data korban baik yang sakit maupun yang meninggal dunia kita tunggu saja”. Terangnya.

Menyinggung masalah, tudingan kecurangan terhadap KPU, Idom menyampaikan bahwa, itu adalah didapat dari para pihak yang sumber datanya tidak valid.” Sebaiknya Ikuti saja tahapan demi tahapan mulai dari bawah, TPS, PPK,KPU hinga tahap akhir nanti tanggal 22 Mei 2019”. Tegas Idom. Seandainya ada indikasi pelanggaran dapat mengajukan keberatan dengan menggunakan mekanisme yang ada. pungkasnya. (an)

Print Friendly, PDF & Email