Pembukaan Rapat Kerja Program KB Kota Mojokerto

Salah satu cara untuk mengetahui kemajuan suatu daerah itu dapat dilihat dari kualitas kesehatan, pendidikan dan daya beli keluarga dan penduduknya, jadi tidak selalu tergantung karena kekayaan sumber daya alamnya. Makanya dalam setiap penyusunan program pembangunan masalah kesehtaan dan pendidikan bagi penduduk pasti mendapat prioritas utama.

Demikian Walikota Mojokerto Hj. Ika Puspitasari, SE, mengawali sambutannya pada Pembukaan Rapat Kerja Program KB Kota Mojokerto Rabu (8/5/2019) di Gedung Astoria, dijelaskan pula bahwa dalam kenyataannnya penduduk Kota Mojokerto dari waktu ke waktu terus bertambah. Pertambahan penduduk ini sudah tentu membawa konsekuensi dalam penyediaan fasilitas umum yang memadai dan kesempatan kerja yang dapat menjamin kelangsungan hidup dan kesejahteraan penduduk. Berdasarkan data BPS Kota Mojokerto dalam angka yang dikeluarkan BPS tahun 2017-2018, penduduk Kota Mojokerto 2016 berjumlah 126.404 jiwa sedangkan pada tahun 2017 jumlah penduduk Kota Mojokerto berjumlah 127.279 jiwa sehingga dari data tersebut dapat diketahui bahwa jumlah pertambahan penduduk Kota Mojokerto untuk periode 2016-2017 adalah sebanyak 875 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 0,69% lebih tinggi dari laju pertumbuhan penduduk provinsi Jawa Timur pada periode yang sama yaitu sebesar 0,56%.

Walikota menyerahkan hadiah lomba KB lestari

Pengendalian laju pertumbuhan penduduk ini mempunyai peran penting dalam upaya untuk meningkatkan kualitas penduduk sehingga upaya pengendalian pertumbuhan penduduk dalam rangka tercapainya penduduk tumbuh seimbang ini perlu ditingkatkan sebagai langkah penting dalam rangka pembangunan kependudukan terutama meningkatkan kualitas penduduknya melalui perwujudan keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera dengan harmonisasi dan sinkronisasi berbagai kebijakan pembangunan yang berkaitan dengan kuantitas, kualitas maupun persebaran dan mobilitas penduduk agar menjadi selaras, serasi dan seimbang dengan lingkungan hidup. Dengan adanya OPD Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) seperti saat ini maka semua kegiatan yang berkaitan dengan program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga, diharapkan dapat ditangani dan dikoordinasikan lebih baik lagi oleh Dinas P3AKB ini.

Selain itu berdasarkan data laporan rutin yang ada, jumlah perkawinan pertama usia di bawah 20 tahun pada tahun 2017 di Kota Mojokerto angkanya masih tinggi yaitu sebesar 156 (16,15%) dari jumlah perkawinan yang ada sebanyak 966 perkawinan, sedang pada tahun 2018 ini angka perkawinan pertama usia di bawah 20 tahun mencapai 135 (13,80%) dari jumlah perkawinan yang ada sebanyak 978 perkawinan. Diharapkan agar angka ini pada tahun ini atau tahun yang akan datang dapat diturunkan lagi karena dari perkawinan usia muda yang ada ini jika tidak dapat dikendalikan nantinya juga akan membawa pengaruh terhadap masalah pengendalian pertumbuhan penduduk di Kota Mojokerto. Oleh karena itu hal ini perlu mendapat perhatian yang serius dari semua pihak yang terkait, dengan meningkatkan pembinaan kepada generasi muda utamanya anak-anak usia sekolah melalui wadah-wadah kegiatan yang telah ada seperti PIK-R jalur Sekolah/jalur masyarakat maupun wadah-wadah kegiatan pembinaan generasi muda yang lain sehingga para generasi muda ini tidak muda terpengaruh oleh hal-hal yang negatif baik oleh teman, lingkungan ataupun pengaruh negatif teknologi informasi (media sosial). Disamping itu untuk lebih meningkatkan kesejahteraan keluarga pasangan usia subur di Kota Mojokerto dengan adanya program KB ini sebaiknya pemakaian metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) juga harus lebih ditingkatkan termasuk peningkatan kesertaan KB pria (MOP) sehingga di Kota Mojokerto ini ada nilai lebih dalam kaintannya dengan peran serta pria dalam pelaksanaan program KB. Begitu juga dengan program kampung KB yang telah dicanangkan sejak tahun 2016 kemarin perkembangannya juga harus dipantau dan dievaluasi terus. Hal ini semata-mata demi untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakatKota Mojokerto yang kita cintai ini.

peserta Rakorda KB

Sementara itu H. Jen Rizal, M Perwakilan dari Provinsi Jawa Timur mengatakan bahwa DP3AKB tidak hanya melaksankaan tentang pertumbuhan penduduknya saja (keikutsertaan dalam ber KB) namun juga tentang norma keluarga kecil dan bahagia. Kota Mojokerto di bawah 2 (dua) anak (perkembangannya) untuk itu harus kita perhatikan jangan sampai meningkat, karena jika dapat ditekan akan dapat berdampak dalam mengurangi kemiskinan. Pendewasaan usia perkawinan di bawah 21 tahun akan mengakibatkan perceraian tinggi, kematian ibu melahirkan meningkat. Mari kita jadikan Kota Mojokerto sebagai contoh bagi daerah-daerah lain. Disekolah-sekolah dapat memahami usia reproduksi, agar dapat terhindar dari hamil muda/hamil yang tidak diinginkan.

Menurut Moch. Imron, S.Sos, MM Kepala Dinas P3AKB Kota Mojokerto maksud dan tujuan dilaksanakan kegiatan untuk mengadakan evaluasi dan sosialisasi program KB dalam upaya meningkatkan dukungan dan peran serta mitra kerja/stakeholder terkait dan institusi masyarakat dalam pelaksanaan program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga di Kota Mojokerto dan sarana sosialisasi dan sinkronisasi program dalam upaya untuk mewujudkan penduduk yang berkualitas melalui pelaksanaan program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga. Kegiatan di ikuti 130 orang dengan Narasumber : Shodiqin, SH, MM Sekretaris BKKBN Provinsi Jawa Timur, Moch. Imron, S.Sos, MM Kadis P3AKB Kota Mojokerto. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan hadiah kepada Juara 1 s/d 3 Lomba KB-Lestari (10 tahun, 15 tahun dan 20 tahun) oleh Walikota Mojokerto. (Sef/yuk).

Print Friendly, PDF & Email