Febriana Meldawati ketua DPRD Kota Mojokerto memberikan santunan kepada Isteri Subarji Almarhum-an

MOJOKERTO-GEMA MEDIA: Gugurnya pahlawan demokrasi pada Pemilu 2019 kemarin mengusik perhatian Ketua DPRD Kota Mojokerto untuk mengunjungi keluarga. Febriana Meldawati, SH calon legislative terpilih pada pemilu kemarin yang juga masih menjabat ketua DPRD Kota Mojokerto menyerahkan santunan kepada keluarga Subarji Almarhum ketua KPPS 7 Kelurahan Balongsari yang telah meninggal dunia.  Suabarji meninggal dunia akibat kelelahan hingga jatuh sakit dan menghembuskan Nafas terakhir pada kamis 2 Mei 2019 lalu.

Kunjungan Melda panggilan ketua legislative kali ini bertujuan untuk memberikan dukungan dan kekuatan moral agar keluarga yang ditinggalkan memiliki kesabaran dan Ikhlas. “ saya sendiri menyaksikan betapa beratnya tugas KPPS sebagai garda terdepan, karena rasa tanggungjawab yang besar, sampai tidak menghiraukan kesehatan dirinya, seperti yang dialami oleh Subarji Almarhum” terang Melda.  Kedatangan Melda ditengah keluarga saat ini adalah sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan terhadap jasa Subarji sebagai pahlawan demokrasi.

Ketua DPRD Kota Mojokerto ditemui Isteri dan Keluarga Almarhum Subarji-an

Kehadiran Melda di rumah duka yang beralamatkan di Sumolepen Gg. Sawah Kelurahan Balongsari pada minggu,5/5/2019 diterima Winarni isteri almarhum didampingi ketua RW.04 Sumolepen Siti Chusnul Chotimah dan Lina puteri Almarhum serta mantan anggota KPPS yang juga tetangga dekat. Kepada tamu yang tidak diduga datang ini, Winarni menceritakan kisah suami tercinta hingga tak mampu menahan air mata, Meldapun berusaha menenangkannya.

Pelaksanaan Pemilu serentak tahun ini menjadi evaluasi bersama, selaku ketua Parpol PDI Perjuangan, sempat mengawal proses jalannya Pemilu kemarin mulai pencoblosan hingga penghitungan suara baru selesai pagi hari berikutnya sekitar jam 5 an, kata Melda. Tentunya ini suatu hal yang menjadi evaluasi bersama, karena saat yang melelahkan seseorang tidak bisa bekerja dan berpikir secara maksimal, akhinya munculah kesalahan-kesalahan yang tidak disengaja.  Mengingat kondisi fisik seseorang dan SDM petugas itu tidak sama.

Menurut Melda, evaluasi bukan hanya terhadap teknis penyelenggaraan, dan sangat dimungkinkan regulasi terkait Pemilu baik Undang-undang maupun Peraturan-peraturan lainnya perlu ditinjau kembali.  Menanggapi adanya isu kecurangan yang dilaksanakan oleh penyelenggara, isu tersebut tidak terbukti. “di Kota Mojokerto, tahapan demi tahapan rekapitulasi penghitungan perolehan suara sampai dengan tingkat KPU tidak ada gugatan atau keberatan dari para saksi peserta pemilu. Ini artinya isu kecurangan itu tidak terbukti khususnya di Kota Mojokerto” tegas Melda.  Satu hal yang patut disyukuri adalah Pemilu kemarin di Kota Mojokerto berjalan dengan lancar, aman dan kondusif, ini berkat dukungan semua pihak, baik penyelenggara, pengawas, peserta pemilu dan masyarakat sebagai pemilih.

Dari Rumah duka Subarji, Melda menuju Rumah Isman Almarhum, seorang petugas Linmas selaku ketertiban TPS yang telah gugur melaksanakan tugas di Kelurahan Surodinawan. (an)

 

Print Friendly, PDF & Email