Pemaparan Walikota Mojokerto Hj Ika Puspitasari SE sebagai Narasumber.

MOJOKERTO – (GEMA MEDIA) –  Walikota Mojokerto Hj Ika Puspitasari menilai perempuan harus memiliki wawasan yang luas dan bermental tangguh. Peran perempuan kini sudah tidak ada bedanya dengan laki-laki, hanya saja dibatas kodrat. Selebihnya emansipasi wanita sudah ditegakkan di Indonesia.

Ning Ita sapaan akrabnya, juga mengatakan perihal perempuan harus berwawasan karena dirinya akan menjadi tombak dalam pendidikan keluarga bagi anak-anaknya. Sedangkan mental tangguh akan membuat generasi penerus semakin kuat dalam menegakan suatu kebenaran.

Walikota bersama rektor unim dan narasumber lain.

Ning Ita, mengajak para perempuan baik generasi muda (Mahasiswa) untuk melakukan perombakan, tanpa menghilangkan kodrat perempuan. Hal itu untuk membangun dan bangkit di zaman emansipasi wanita. Dengan mengimplementasikan suatu gagasan atau karya yang membanggakan.

“Banyak sekarang perempuan yang bekerja dan bisa berkarya sesuai dengan minatnya. Dan di era sekarang perempuan bisa berpolotik dan bahkan menjadi pemimpin, Itu sudah bagus, apalagi perempuan sekarang dinilai kreatif-kreatif,” kata Walikota Mojokerto. Saat menjadi narasumber dialog interaktif di Gedung Nusantara Unversitas Islam Majapahit(UNIM), yang bertema Peran Perempuan Perspektif Kepemimpinan di Era Millenial, Jalan Raya Jabon KM.0,7, Tambak Rejo, Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Selasa, (30/04/2019). Nampak hadir dalam dialog interaktif, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Budaya dan Pariwisata Kota Mojokerto, Rektor UNIM, dan Dosen, serta Mahasiswa UNIM.

Rektor Unim memberikan cinderamata kepada Walikota Mojokerto

Lebih lanjut kata  Ning Ita, maka dengan kreatifitas dan hasil yang mampu memberikan nilai ekonomi maka kesetaraan gender sudah diimplementasikan. Perempuan yang juga Walikota Mojokerto itu mengingatkan, terlebih bagi perempuan generasi milenial, harus lebih cerdas, kreatif, beretika, dan juga soleha.

Selaku Ibu, Ning Ita pun harus membagi waktu. Walaupun dirinya mengemban amanah suatu jabatan, tetap kondrat sebagai Ibu harus tetap berjalan berbarengan.

“Terlebih saya sebagai ibu rumah tangga, ibu bagi anak saya dan juga ibu bagi masyarakat Kota Mojokerto,” ucapnya.

Perihal emansipasi di Kota Mojokerto sudah terwujud, bisa dibuktikan dengan hadirnya para pegawai di wilayah Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto yakni sudah melebihi 30 persen peran wanita dalam sebuah instansi. Kurang lebihnya sekitar 32 persen Pemkot Mojokerto diperani seorang perempuan.

peserta dialog interaktif

Namun, kata dia, emansipasi wanita tidak melulu harus terjun dalam dunia perpolitikkan saja. Terpenting adalah peran perempuan dalam keluarga. Yakni peran seorang Ibu berwawasan dalam segi kesehatan, pendidikan, dan lainnya.

“Karena dari Ibu yang smart akan lahir anak-anak yang berwawasan. Kita berupaya dan berikhtiar, berperan serta dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan kehidupan bangsa, terlebih saya sebagai pemimpin bagi masyarakat,” imbuhnya.

Kami yang di beri amanah oleh masyarakat. Kami Pemkot Mojokerto terus berinovasi dalam pelayanan kepada masyarakat. Infrastruktur dan Peningkatan Sumberdaya manusia itu salah satu bentuk untuk memberi pelayanan kepada masyarakat, paparnya.

“Diharapakan perempuan khususnya  mahasiswa kedepannya ikut berperan serta dalam Pembangunan dan Pemerintahan, mengeluarkan gagasan dan ide untuk terus berkarya,” Pada kesempatan tersebut Rektor Universitas Islam Mojopahit (Unim) Dr. H.Rachman Sidharta Arisandi,S.IP, M.Si, memberikan cinderamata kepada Walikota Mojokerto, Hj. Ika Puspitasari, SE. (jen/yuk).

 

 

Print Friendly, PDF & Email