Pembukaan Sosialisasi Pendampingan Korban KDRT, TPPO dan Pornografi

KDRT merupakan fenomena yang terjadi dalam sebuah komunitas sosial, seringkali tindakan kekerasan ini disebut hidden crine (kejahatan yang tersembunyi), disebut demikian karena baik pelaku maupun korban berusaha untuk merahasiakan perbuatan tersebut dari pandangan publik. Situasi ini semakin diperparah dengan ideologi jaga praja atau menjaga ketat ideologi keluarga, seperti dalam budaya jaya “membuka aib keluarga berarti membuka aib sendiri” situasi demikian menurut Harkristuti Harkrisnowo dalam berbagai kesempatan menyebabkan tingginya the “dark member” karena tidak dilaporkan. Hal ini disampaikan Moch. Imron, S.Sos, MM Kepala Dinas P3A-KB Kota Mojokerto dalam mengawali.sambutan Pembukaan pada kegiatan Sosialisasi Pendampingan Korban KDRT, TPPO dan Pornografi yang didampingi Kabid dan Narasumber Senin (29/4/2019) di Gedung Dharma Wanita Kota Mojokerto, dikatakan pula bahwa untuk menyelamatkan generasi kita yang akan datang perlu adanya pendamping oleh orang tua dalam pergaulan baik, di rumnh, di sekolah. Dan di lingkungan masyarakat.

Narasumber Triyono Yulianto, SH, MH Kasi Tindak Pidana Umum Kejari Kota Mojokerto menyajikan materi

Orang tua dituntut untuk lebih waspada terhadap perkembangan putra putri kita terutama mereka yang masih usia remaja (usia transisi) dari usia anak-anak ke usia remaja, dalam memasuki usia remaja dia masih mencari jati diri. Untuk itu kita sebagai orang tua harus benar-benar memperhatikan pergaulan anak-anak kita, jangan sampai salah arah, dengan adanya teknologi sangat mempengaruhi perkembangan anak-anak. Awasi anak-anak kita dalam menggunakan media sosial, karena jika salah dalam menggunakannya maka akan celakalah mereka. Teknologi ibarat pisau bermata dua, jika dipergunakan dengan baik akan menghasilkan/bermanfaat, tapi jika salah dalam penggunaannya maka akan celaka.

Peserta Sosialisasi Pendampingan Korban KDRT, TPPO dan Pornografi

Menurut  Karnadi, S.Sos, MM Kabid Perempuan dan Perlindungan Anak maksud dan tujuan dilaksanakan Sosialisasi adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dan bertujuan untuk memberikan perlindungan perempuan dan anak yang diperuntukkan bagi seluruh perempuan dan anak korban diskriminasi dan kekerasan di Kota yang meliputi 3 upaya : pencegahan, penyedia layanan, pemberdayaan. Kegiatan yang di ikuti oleh 100 orang Majelis Taklim dan Muslimat dari Kecamatan Magersari (Kelurahan Wates, Magersari, Gedongan, Kedundung, Balongsari dan Kelurahan Gunung Gedangan) dengan menghadirkan Narasumber Triyono Yulianto, SH, MH Kasi Tindak Pidana Umum Kejari Kota Mojokerto dan Yosi Noflan Motivator dari Sidoarjo. (Sef/yuk)

Print Friendly, PDF & Email