Ketua Posbakumadin Kabupaten Mojokerto selaku kuasa hokum-ron

MOJOKERTO – (GEMA MEDIA) – Diduga karena alasan politis, Pengurus Yayasan Permata yang telah diberhentikan secara sepihak oleh Dewan Pembina Yayasan Permata Kota Mojokerto akan melakukan gugatan perkara perdata. Saat melakukan jumpa pers di Kantor PWI Mojokerto, Jalan Gajah Mada 149, Kota Mojokerto, Selasa (16/4/2019), Ketua Pengurus Yayasan Permata, Cholid Virdaus membeberkan kejadian pemecatan sepihak terhadap 4 orang Pengurus dan 2 orang pengawas Yayasan Permata. “Kejadian ini memang sangat mengejutkan bagi kami. Pasalnya, kami tidak pernah mendapat teguran apapun tapi tiba-tiba ada surat pemberitahuan pemberhentian sebagai pengurus yayasan,” kata Cholid.

Cholid Virdaus mengatakan, kronologi peristiwa pemberhentian itu diawali pada Senin, (08/4), pagi sekitar jam 05.30 WIB, dirinya didatangi tiga pembina Yayasan Permata, yaitu Anwar Sidarta, Johan Arifin dan Ivan Hambali. “Tanpa diskusi dan penjelasan, mereka bertiga menyampaikan pemberhentian saya dari jabatan Ketua pengurus yayasan,” ungkapnya.

Cholid Virdaus, saat melakukan jumpa pers di Kantor PWI Mojokerto-ron

Masih lanjut Cholid, pada Selasa, (09/4), Sekretaris Yayasan, Suhendra, Bendahara, Sukamat, Wakil Bendahara, Odiek Prayitno juga mendapat surat pemberitahuan pemberhentian. Tidak hanya itu, Dewan Pengawas Yayasan, Budi Rahayu dan Pramudya, juga diberhentikan pada hari yang sama.

“Pemberhentian merekapun juga tanpa penjelasan mengapa mereka diberhentikan,” ujarnya. Lebih parahnya lagi, lanjut Cholid, cara penyampaian surat pemberhentian dilakukan dengan cara yang tidak etis dan jauh dari norma kesopanan. Seperti surat pemberhentian Sukamat diselipkan di jok sepeda motornya, surat pemberhentian Suhendra, dititipkan di warung.

Upaya Pengurus dan Pengawas Yayasan dalam meminta penjelasan atas pemberhentian itu telah dilakukan dengan mediasi Pos Bantuan Hukum (POSbakum). Namun upaya somasi sama sekali tidak diindahkan. Ketua Posbakumadin Kabupaten Mojokerto, Edy Yusef, SH mengungkapkan, bahwa sampai saat ini tidak ada penjelasan apapun dari dewan pembina yayasan, mengapa ada pemberhentian secara masal dan mendadak.

“Diduga, pemberhentian ini terkait dengan keterlibatan para pengurus tersebut dalam Garbi (Gerakan Arah Baru lndonesia), sebuah ormas yang digagas oleh Fahri Hamzah,” ungkapnya.  Sementara, lanjut Edy, dalam jajaran pihak pembina yayasan, ada Ivan Hambali, yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PKS Kota Mojokerto. Yang mana sudah diketahui umum, bahwa Fahri Hamzah berperkara dengan PKS. “Beberapa waktu sebelumnya, Anwar Sidarta salah satu pembina, juga meminta kepada ketua yayasan agar memecat konsultan sekolah dengan alasan konsultan tersebut aktivis Garbi. Namun permintaan itu ditolak, karena secara profesionalisme tidak ada kesalahan yang dilakukan,” pungkasnya. (Ron/an)

Print Friendly, PDF & Email