MOJOKERTO – (GEMA MEDIA) – Kasus bully terhadap Audrey di Pontianak yang viral di media sosial (medsos), mendapat respon dari Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Sigit Dany Setiyono, SH, SIK, M.Sc (Eng).

Saat dikonfirmasi melalui selulernya, Sigit, sapaan akrab Kapolres Mojokerto Kota, menyampaikan keprihatinan atas kasus bully yang masih saja terjadi, ditambah lagi dengan kemunculannya sampai menjadi viral di media sosial.

“Viralnya kasus ini di medsos semakin hari berpotensi akan terus berkembang ditengah-tengah masyarakat. Hal ini yang harusnya lebih diantisipasi sedini mungkin dan upaya pencegahannya harus ditingkatkan,” kata Sigit, Kamis (11/4/2019).

Di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota sendiri, upaya dan langkah preventif guna mencegah terjadinya kasus serupa yaitu dengan menggelar secara rutin dalam bentuk sosialisasi dan edukasi.

“Kegiatan tersebut dilaksankan oleh fungsi Binmas baik anggota di Polres maupun Babinkamtibmas yang ada di Polsek,” imbuhnya.

Masih lanjutnya, kegiatan lain untuk menyentuh ranah pendidikan, sering dilakukan pada saat upacara setiap hari senin, sosialisasi secara berkala dan melalui kegiatan ekstrakulikuler. Seperti PKS, Paskibraka, pramuka dan lain-lain.

“Dalam kegiatan-kegiatan itu selalu disisipkan pesan-pesan moral dan etika menggunakan medsos yang bertanggungjawab sebagai upaya pencegahan tindakan bully ini,” paparnya.

Secara luas, tanggungjawab moral dalam konteks ini tidak hanya berada pada pemangku kebijakan maupun pihak berwajib. Melainkan seluruh stakeholder yang bersama-sama dengan masyarakat bahu membahu guna menciptakan situasi yang aman.

“Semua mempunyai tanggung jawab untuk mencegah anak agar tidak menjadi pelaku maupun korban bully. Intinya, harus meningkatkan hubungan komunikasi yang baik dan lebih terbuka khususnya di lingkungan keluarga,” tambahnya.

Kapolres Mojokerto Kota berharap kepada seluruh generasi muda, anak-anak dan siswa, sebagai generasi penerus mampu menggunakan media sosial dengan bijak.

“Pergunakan media sosial sebagai sarana komunikasi yang positif dan selalu bijak dalam menyikapi segala sesuatu yang muncul di sana. Dapatkan ilmu dan pengetahuan seluas-luasnya di medsos dengan tidak mengurangi kewaspadaan terhadap potensi-potensi tindak pidana dan etika,” pungkasnya.(jen/at)

Print Friendly, PDF & Email