Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Harlistyati, SH, M.Si, memberikan pembekalan

MOJOKERTO – GEMA MEDIA : Kunci dalam berdemokrasi bagi masyarakat adalah ikut ambil bagian dengan berpartisipasi dalam bentuk dipilih atau memilih pemimpin terbaik untuk menentukan nasib kita  dalam lima tahun kedepan. Demikian yang disampaikan Sekretaris Daerah  Kota Mojokerto Harlistyati, SH, M.Si, dalam acara Pembekalan Deteksi Dini untuk siswa yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Mojokerto, Rabu siang (10/4/2019) bertempat di Sekolah SMA Negeri 1 Kota Mojokerto. Acara tersebut dihadiri Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kota Mojokerto Raden Imam Wahyudi, Spd, MM, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Mojokerto, Anang Fahruroji, S.Sos. M.Si, Polres Mojokerto Kota KBO Binmas Ipda Eko Srijono, SH dan siswa – siswi kelas 10 SMN Negeri 1 Kota Mojokerto.

Pembukaan Pembekalan Deteksi Dini untuk siswa

Lebih lanjut dikatakan Harlistyati Sebagaimana diketahui, Komisi Pemilihan Umum telah menetapkan hari Rabu tanggal 17 April 2019 sebagai hari dan tanggal pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara pemilihan umum tahun 2019. Dalam Pemilu 2019, masyarakat yang memiliki hak pilih akan memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden, calon anggota DPR RI, calon anggota DPD RI, calon anggota DPRD provinsi dan calon anggota DPRD kabupaten/kota. Oleh karenanya siswa bersama keluarganya Kita imbau agar  ikut menggunakan hak pilih secara demokratis, memilih yang sesuai hati nurani dan jangan terpancing provokasi dari pihak mana pun, jangan juga mendengar kabar bohong langsung dipercaya,  “Kami ajak gunakan hak pilih, jangan golput atau tidak memberi suara. Gunakan sesuai keinginan masyarakat masing-masing,
Kata Harlis.

Ipda Eko Srijono, SH Polres Mojokerto Kota sekaligus menyerahkan bantuan bola kepada Kepala Sekolah SMAN 1 Raden Imam Wahyudi

Selanjutnya Belajar berdemokrasi adalah hal terbaik dilakukan generasi muda saat ini sehingga kelak dewasa nanti pelajar telah mampu menyelami apa arti demokrasi sesungguhnya.Begitulah yang ditanamkan  oleh sekolah-sekolah di Kota Mojokerto  kepada para siswanya. Salah satu implementasi pembelajaran cara berdemokrasi itu juga diterapkan pihak SMAN 1 Kota Mojokerto  dalam pemilihan calon Ketua dan wakil Ketua OSIS.

Sekdakot menambahkan dalam pemilu 2019 kita tidak boleh melupakan   arti Bhinneka Tunggal Ika  menggambarkan persatuan dan kesatuan di Indonesia.walaupun kita beda pilihan tetapi harus tetap jaga persatuan dan kesatuan.  Di Indonesia yang memiliki berbagai macam suku, budaya, bahasa, agama dan lain halnya.  Dengan adanya sikap menghargai kita bisa terhindar dari permusuhan. Tidak hanya menghargai tetapi kita juga harus memiliki sifat saling menghormati, dengan sikap saling menghormati dapat tercipta kedamaian, kesejahteraan dan keamanan bangsa. Pada akhir sambutan Sekdakot mengajak siswa untuk maju melangkah ayo berbenah sebagai jargon Kota Mojokerto.

Print Friendly, PDF & Email