Pembukaan Pelatihan Penilaian Kesehatan Koperasi

Koperasi adalah suatu lembaga usaha bersama yang dikelola secara kekeluargaan, sikapnya lebih besar lagi karena anggota dan pengurus mempunyai kewajiban untuk menjalankan usahanya, koperasi harus dikelola secara profesional agar dapat meningkatkan ekonomi, mengentaskan kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja baru. Demikian Hariyanto, SE Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Mojokerto, mengawali sambutannya pada Pembukaan Pelatihan Penilaian Kesehatan Koperasi dalam rangka Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi tahun 2019, Rabu (10/4/2019) di Ayolla Sunrise yang di ikuti 55 orang dari Pengelola KSP/USP se Kota Mojokerto.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa untuk usaha simpan pinjam koperasi harus dilakukan penilaian kesehatan atas usahanya, sebagaimana lembaga keuangan pada umumnya baik secara office assesment (penilaian oleh Dinas Pembina) maupun Self Assesment (menilai sendiri) oleh Pengelola KSP dan atau USP Koperasi. Menilai kesehatan usaha simpan pinjam merupakan penilaian kinerja yang dilakukan pemerintah dan atau pemerintah daerah untuk mengukur tingkat kesehatan Usaha Simpan Pinjam baik oleh KSP dan atau USP Koperasi. Dan dilakukan paling sedikit 1 (satu) tahun sekali. Penilaian Kesehatan Usaha Simpan Pinjam Koperasi, dimaksudkan untuk menguji kegiatan Usaha Simpan Pinjam Koperasi, dengan menggunakan indikator-indikator dan atau parameter-parameter berupa kriteria-kriteria penilaian yang sudah ditentukan, yang hasilnya bisa menggambarkan kondisi kinerja usaha, keuangan dan manajemen KSP dan atau USP Koperasi, yang dinyatakan : Sehat, Cukup Sehat, Dalam Pengawasan dan Dalam Pengawasan Khusus. Usaha simpan pinjam dengan predikat penilaian kesehatan.

Peserta Pembukaan Pelatihan Penilaian Kesehatan Koperasi

“ Dalam Pengawasan Khusus “ dihentikan sementara kegiatan usahanya sampai dapat memperbaiki struktur keuangannya. Kemampuan menilai usaha simpan pinjam juga harus dimiliki oleh pengelola usaha simpan pinjam koperasi, hal ini dimaksudkan agar sebelum dilakukan penilaian kesehatan secara Office Assesment (penilaian oleh Instansi Pembina), maka Pengelola harus menilai dulu secara Self Assesment (menilai sendiri) kegiatan Usaha Simpan Pinjamnya, agar supaya bisa diketahui kekurangan-kekurangannya dan segera memperbaikinya sebelum dilakukan penilaian secara Office Assesment. Sehingga kesehatan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) ataupun Unit Usaha Simpan Pinjam (USP) Koperasi baik konvensional maupun syariah, bisa tetap menjaga Kesehatan Usahanya.

Diharapkan agar Pengelola Koperasi dapat mengelola secara profesional, agar dapat mensejahterakan per anggotanya. Ciptakan toko-toko koperasi dimana-mana, koperasi yang sudah maju lebih ditingkatkan, anggota diajari untuk dapat membaca neraca koperasi, karena anggota koperasi mempunyai kekuasaan tertinggi terhadap koperasi apa yang dikelola dapat menjadi manfaat bagi kita semua.

Print Friendly, PDF & Email