contoh peragaan cara peregangan bagi pekerja kantoran-an

MOJOKERTO-GEMA MEDIA : Belum semua pekerja baik di sector Pemerintah maupun swasta yang memahami terhadap Resiko Kerja. Padahal ini sangat penting untuk diketahui agar para  pekerja dapat menghindari akan terjadinya resiko tersebut.  Resiko kerja di setiap lingkungan tentu tidak sama, tempat dan obyek pekerjaan memiliki resiko tersendiri.

Selain itu  masih banyak para pekerja yang tidak memahami atas haknya untuk mendapatkan perlindungan dari resiko kerja. Contoh sederhana bagi pekerja di perkantoran, cara duduk yang benar tidak dimiliki oleh masing-masing pekerja.  Demikian juga dengan pekerja yang selalu bersentuhan dengan computer, ada cara aman yang belum diketahui.

Untuk memberikan pemahaman terhadap keselamatan kerja, Dinas Kesehatan Kota Mojokerto menggelar Pertemuan membahas masalah hal tersebut.  Ada dua Narasumber yang hadir memberikan pencerahan dari Dinas Kesehatan Provinsi Kawa Timur yaitu Heri Mulyono, SKM memberikan materi tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Perkantoran dan Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif (GP2SP).  Sedangkan Yuli Tri Suhartiwi, SK memberikan materi tentang Aktivitas Fisik dan Kebugaran di Tempat Kerja.

Pertemuan yang berlangsung 2 hari, hari pertama bertempat di Aula Dinkes Kota Mojokerto membahas K3 untuk pekerja di sector swasta dengan menghadirkan, para pekerja dari perusahaan.  Hari kedua bertempat di Aula Kecamatan Magersari membahas K3 untuk pekerja di sector Pemerintah.  Untuk ini dihadiri oleh OPD, Kodim, Polresta, Kejaksaan BNNK, Camat dan Lurah.

Dalam paparannya Heri memberikan contoh kecil resiko kerja terjatuh, terbentur, tersandung, terpeleset, tergencet , bisa jadi factor kebakaran, elektrik, banjir, huru-hara dan bahaya biologi. Menurut Heri K3 ini sangat penting dikarenakan Kantor adalah tempat kerja dengan faktor resiko dan bahaya yang tinggi. Rata-rata pekerja di kantor bekerja selama + 8 jam sehari. Profil Masalah Kesehatan Karyawan di Indonesia tahun 2005: 40,5% terkena Gotrak, 8% penyakit jantung pembuluh darah, 6% gangguan syaraf. Riskesdas 2013: Prevalensi cidera karena kelalaian/ketidaksengajaan pada karyawan sebesar 94,6%.

Sulilowati (tengah) dari Dinkes Kota dan narasumber-an

Sementara itu Yuli dalam paparanya antara lain menjelaskan, Konsep dasar aktivitas fisik, kebugaran jasmani, dan produktivitas  di tempat kerja. Aktivitas fisik sehari-hari dalam bekerja menggunakan otot, sendi, tulang, tendon, ligament untuk bergerak, berjalan, duduk, berdiri, mengangkat, menurunkan, menjinjing, mendorong atau menarik barang. Kebugaran jasmani bagi pekerja merupakan gambaran kondisi kesehatan dan keselamatan kerja yang diperlukan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pekerja.(an)

Print Friendly, PDF & Email