Kadinkes Kota Mojokerto saat memberikan Informasi TBC-an

MOJOKERTO-GEMA MEDIA : Penyakit Tuberculosis (TBC) kini sudah menyerang usia anak-anak. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Mojokerto penderita TBC, sampai dengan berita ini diturunkan jumlahnya mencapai 391 kasus dan 75 diantaranya menular pada anak. Demikian disampaikan  Dra. Cristiana Indah WW,Apt,M.Si Kepala  Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, saat kegiatan PSN terintegrasi di RW.03  Linkungan Perumahan Barat Kelurahan Wates Kecamatan Magersari Kota Mojokerto, Jumat 5/4/2019.

Menurut Indah panggilan Kadinkes ini,  jumlah tersebut dapat dikategorikan Kejadian Luar Biasa, oleh karena itu Indah menghimbau agar masyarakat menggalakkan budaya Hidup Bersih dan Sehat.  Mengingat penularan TBC bermula dari lingkungan yang kotor, udara yang lembab dan kurang pencahanyaan.

Tuberculosis adalah penyakit menular yang menyerang saluran pernapasan utama manusia, yaitu paru. Namun, dapat juga menyebar ke bagian tubuh yang lain, seperti ginjal, tulang belakang, dan otak jika tidak diobati. Penyebab TBC adalah bakteri jenis Mycobacterium tuberculosis.

Indah juga menghimbau bagi penderita TBC, kemana-mana harus menggunakan masker.  Sebab penularannya melalalui udara, jendela rumah harus dibuka agar pencahayaan masuk, jangan meludah sembarangan. “ penderita TBC bisa sembuh tetapi harus rutin berobat secara istiqomah tidak terputus selama 6 bulan” terang Indah.  Jika terputus atau berhenti berobat, maka penderita bisa kebal terhadap obat dan menjadi resisten.  Selain TBC paru, ada juga TBC Tulang, TBC, Kelenjar, TBC kulit dan lainnya

Selain penyakit menular, Indah juga menyinggung masalah Penyakit Tidak menular (PTM). Seperti jantung, Diabetes Melitus, Hypertensi.  Ternyata penderita PTM di Kota Mojokerto mencapai 10 % dari jumlah penduduk atau sekitar 14 ribu penderita. PTM ini dipengaruhi oleh gaya hidup, pada umumnya masyarakat kurang berolahraga. Tidak adanya keseimbangan antara aktivitas dengan kalori yang masuk dalam tubuh. Contoh lain adalah Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ), ini tidak selamanya factor genetic, akan tetapi banyak dipengaruhi oleh life steal (pola hidup) misalnya akibat kenakalan, mantan pengguna narkoba, factor ekonomi dan penyebab lainnya. Semua itu bisa diatasi dengan merubah gaya hidup yang lebih positif. (an)

Print Friendly, PDF & Email