AKBP Suharsi S.H, M.Si, berikan keterangan

MOJOKERTO  – (GEMA MEDIA) – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Mojokerto kembali gagalkan pengedaran Narkoba yang dapat merusak generasi muda saat ini.

Sejak hari Jum’at, 29 Maret 2019 anggota BNNK Mojojerto melakukan pembuntutan terhadap tersangka Ahmad Fauzan warga Ds. Awang – Awang, Kec. Mojosari, Kab. Mojokerto, ungkap AKBP Suharsi, S.H, M.Si saat press release di Kantor BNNK Mojokerto, Jalan Surodinawan No.09, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Jawa Timur. Senin (01/04/2019).

Menurut Suharsi, tersangka hendak melaksanakan transaksi narkotika dari Sidoarjo menuju ke wilayah Madiun. Pihaknya membuntuti saat bertransaksi, di seputaran Jalan Teuku Umar depan Kantor Pos Sidoarjo  menggunakan kendaraan roda 4, bernopol W 1334 YZ.

“Dari tangan tersangka diamankan, Narkotika jenis sabu- sabu seberat kurang lebih 294 gram, Narkotika jenis ekstasi sebanyak 1.053 butir, 1 unit Handphone, 1 unit kendaraan roda 4, 1 unit timbangan Elektrik,”   paparnya.

Tersangka dikenakan Undang – Undang Narkotika  (Narkoba)  No. 3 Tahun 2009. Pasal 114 ayat 2, pasal 112 ayat 2 UU No. 35 Tahun 2009, dengan ancaman hukuman penjara minimal 6 tahun s/d 20 tahun. Selanjutnya tersangka beserta barang bukti di bawa ke kantor BNN K Mojokerto untuk proses penyidikan lebih lanjut, imbuhnya.

“Pengejaran dan pembekukan terhadap tersangka kita lakukan di tol Sumo lebih tepatnya di pintu tol Penompo Sabtu 30 Maret 2019 pukul 19.20 wib, setalah saya lakukan koordinasi dengan BNN propinsi dan tol pihak Jasa Marga untuk melakukan penutupan pintu tol dan melakukan penyergapan,” jelasnya.

Setelah menangkap tersangka pihaknya melakukan pengembangan dan melakukan di rumah tersangka di awang – awang dan tidak menemukan hasil. Selanjutnya di bawa kerumah kontarkan di daerah Kec. Kuterojo pihaknya menemukan timbangan elektronik, dan satu teman tersangka yang di duga selesei mengkonsumsi sabu – sabu.

Saat di tanyai awak media, tersangka Fauzan mengakui hanya mengantarkan barang haram tersebut yang dimasukkan di dalam kemasan teh kotak. “Saya tidak tau isinya, saya hanya mengantarkan saja, saya baru 2 kali ini melakukan pengiriman.”

Dengan penangkapan ini pihaknya akan melakukan pengambangan, terkait peredaran Narkoba khususnya di Kota Mojokerto. Untuk menciptakan wilayah Kota Mojokerto bebas Narkoba. (jen/yuk)

Print Friendly, PDF & Email