Komisioner KPU sedang memimpin Bimtek dan Simulasi-an

MOJOKERTO-GEMA MEDIA : Pemilu yang berlangsung pada hari rabu tanggal 17 April tahun 2019 mendatang jelas berbeda dibanding dengan pemilu sebelumnya.   Perbedaan untuk terletak pada tata cara dan mekanisme, dikarenakan dilaksanakan secara serentak. Terlebih lagi tahun 2019 ini adalah merupakan yang pertama kali pelaksanaan Pemilu yang dilaksanakan bersamaan dengan 5 (lima) Pemilihan yaitu Pemilu Presiden, Pemilu DPR RI, Pemilu DPD, Pemilu DPRD Provinsi, dan Pemilu Kabupaten/Kota.

Hal ini merupakan tolak ukur kesuksesan kita dalam melaksanakan Pemilu secara bersama-sama dan serentak.  Negara dan masyarakat menaruh kepercayaan sepenuhnya kepada penyelenggara, dan juga peserta pemilu agar taat pada regulasi yang ada. ”Pemilu 2019 harus sukses” semboyan mereka dengan penuh semangat.

Peserta Bimtek dan Simulasi Pemilu 2019-an

Untuk menyiapkan sumbr Daya penyelenggara agar benar-benar siap, KPU Kota Mojokerto menyelenggarakan Bimbingan Teknis bagi anggota PPK dan PPS, beserta Sekretariat se-Kota Mojokerto bertempat di Hotel R.Wijaya Kota Mojokerto, pada Rabu 27/3/2019.  Bimtek yang dilanjutkan dengan Simulasi kali ini tentu diharapkan seluruh penyelenggara di semua tingkatan benar-benar mampu dan siap melaksanakan pemungutan dan Penghitungan suara dengan baik dan benar, jujur dan adil  sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.

Tri Widya Kartika Sari, komisioner KPU yang membidangi Perencanaan dan Data saat membuka acara Bimtek kali  ini menuturkan, untuk penghitungan perolehan suara seperti halnya Pilkada Kemarin, setelah dari TPS, Rekapitulasinya dilaksanakan di tingkat Kecamatan (PPK) selanjutnya secara berjenjang rekapitulasi dilaksanakan ditingkat KPU Kab/Kota. Dengan banyaknya perolehan suara yang direkap tentu membutuhkan waktu yang cukup lama dibanding dengan Pemilu sebelumnya.  Oleh karena itu pada Bimtek dan Simulasi kali ini melibatkan Sekretariat, agar pada hari pelaksanaan nanti Sekretariat juga bisa membantu PPK dan PPS.

Diah, panggilan Tri Widya juga mengingatkan, pada H-7 PPS tetap mengupdate data pemilih dengan menyesuaikan data Lampid atau hasil pengamatan langsung. Misalnya ada pemilih yang meninggal dunia, pindah dan alasan lainnya perlu  dicoret apabila dianggap tidak memenuhi syarat.

Peserta Bimtek dan Simulasi Pemilu 2019-an

Imam Buchori, Komisioner Kpu yang menangani masalah penyelenggaraan menambahkan, bahwa kotak suara yang dikirim dari TPS ke PPS/Kelurahan harus diamankan, PPS dilarang membuka, merusak dan pada hari yang sama harus dikirim ke PPK/Kecamatan.

Drs. Sodiq, MM Sekretariat KPU Kota Mojokerto menambahkan, terkait anggaran KPPS, diharapkan dapat dimaksimalkan yang ada.  “Prinsipnya ada keterbuakaan dengan seluruh anggota, dan tidak melanggar aturan”katanya. Sodiq juga berpesan, agar PPK, PPS dan Sekretariatnya dapat bekerjasama dengan baik agar hajat kita bersama dapat berjalan lancar dan sukses. Pemilih Berdaulat Negara Kuat.(an)

Print Friendly, PDF & Email