Drs. Nur Hariyanto Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja membuka pelatihan

Upaya Pemerintah Kota Mojokerto dalam meningkatkan Perekonomian Masyarakat khususnya di bidang koperasi, melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja telah mengadakan Pelatihan Pengelolaan Managemen Koperasi/KUD Selasa (19/3/2019) di Hotel Ayola Sunrise.

Drs. Nur Hariyanto Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja dalam Pembukaan Pelatihan tersebut telah membacakan sambutan tertulis Kepala Dinas, mengatakan bahwa Pelatihan ini dimaksudkan sebagai penuntun koperasi dalam menjalankan usahanya menuju koperasi yang kuat, sehat, mandiri dan tangguh sehingga tercipta pelayanan prima sesuai dengan jati diri koperasi dan prinsip-prinsip koperasi, Standart Operasional Prosedur (SOP) dan Standart Operasional Manajemen (SOM) menjadi urat nadi perkembangan koperasi karena SOP dan SOM merupakan aturan baku yang harus dijalankan dalam kegiatan operasional koperasi, baik Koperasi Simpan Pinjam (KSP) maupun USP-Koperasi, Pedoman Standar Operasional Prosedur (SOP) ini bertujuan untuk memberikan panduan bagi pengelola KSP/USP Koperasi dalam menjalankan kegiatan operasional usaha simpan pinjam secara profesional, transparan dan akuntabel baik bagi pihak internal maupun pihak eksternal KSP/USP Koperasi.

peserta pelatihan

Dalam Permen Koperasi nomor 17/per/M.KUKM/IX/2015 tentang Pengawasan Koperasi, dijelaskan bahwa ruang lingkup pengawasan koperasi meliputi aspek penerapan kepatuhan, aspek kelembagaan koperasi, aspek usaha simpan pinjamdan aspek penerapan sanksi, dari kelima aspek tersebut, untuk aspek usaha simpan pinjam koperasi harus menyiapkan standar pengelolaan tertulis yang dirumuskan dalam Standart Operasional Prosedur (SOP)  dan Standar Operasional Manajemen (SOM) yang disetujui dalam Rapat Anggota, sedangkan ruang lingkup dalam penyusunan SOP dan SOM Koperasi menurut Permen Koperasi nomor 15/per/M.KUKM/IX/2015 tentang Usaha Simpan Pinjam dan Koperasi, meliputi aspek kelembagaan, aspek usaha, aspek keuangan, pengamanan asset dan hutang, mengingat pentingnya SOP dan SOM Koperasi maka semua Pengurus atau Pengelola Koperasi harus memahami dan menjalankan standar ini, hal ini menjadi persyaratan penting yang harus dimiliki koperasi sebagai Lembaga Keuangan yaitu Koperasi harus menjaga kredibilitas atau kepercayaan anggota, calon anggota maupun koperasi lain serta kreditur. Perlu ditegaskan bahwa SOP, SOM serta pengawasan koperasi ini sangat penting karena dapat mendeteksi segala penyimpangan dan mencegah meluasnya kasus-kasus yang terjadi.

Menurut Elly Widyawati S.E, M.Si kasi advodkasi dan penyuluhan koperasi sekaligus Ketua Pelaksana tujuan dilaksanakan Pelatihan adalah untuk memberikan tuntunan kepada koperasi dalam menjalankan usahanya menuju koperasi yang kuat, sehat, mandiri dan tangguh sehingga dapat tercipta pelayanan prima sesuai dengan jati diri koperasi dan prinsip-prinsip koperasi, serta untuk memberikan panduan bagi Pengelola KSP/USP Koperasi dalam menjalankan kegiatan operasional usaha simpan pinjam secara profesional, transparan dan akuntabel baik bagi pihak internal maupun pihak eksternal KSP/USP Koperasi.

Kegiatan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari 19 s/d 21 Maret, yang dikuti 60 orang terdiri dari Pengurus dan Pengawas Koperasi, dengan Narasumber : Drs. Maris Muluk, MM, Drs. Suhartoyo, Ir. Nina Sulistyo Utami, MM, Drs. Bambang Sigit Pramono, MM, semuanya dari Lembaga Diklat Profesi PRIMMAKO Malang/LDP “ PRIMMAKO”. (Sef/yuk).

Print Friendly, PDF & Email