Foto walikota dengan peserta MoU dan perjanjian kerja sama-foto humas

BOGOR – (GEMA MEDIA) –  Setelah melakukan kunjungan dan lakukan kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemerintah Kota terus menggandeng dan sinkronisasi dengan intstansi terkait yakni pihak eksternal, salah satunya dengan Badan Informasi Geospasial (BIG). Dalam mendukung penyebarluasan Informasi Geospasial (IG) kepada khalayak umum sebagaimana yang ada di Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial, Badan Informasi Geospasial (BIG) melakukan kerja sama dengan sejumlah Pemerintah Daerah, Kementerian/Lembaga dan Perguruan Tinggi Serta Swasta. Salah satunya dengan Pemerintah Kota Mojokerto

Selaku orang nomor satu di Kota Mojokerto yang turut diundang dalam acara tersebut, Walikota Mojokerto Hj Ika Puspitasari SE, menghadiri acara yang di gelar di Aula Utama Informasi Geospasial Gedung S, Lantai 2, Jl. Raya Jakarta Bogor KM 46 Cibinong Bogor, Kamis (21/02/2019) itu. Pada acara penandatanganan  Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Badan Informasi Geospasial (BIG) melakukan kerjasama dengan 24 instansi, yakni 18 kabupaten, 5 kota dan 1 kementrian/lembaga.

Adapun Kementerian/Lembaga dan pemda yang mengadakan MoU dan PKS dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) yaitu, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sampang, Sikka, Natuna, Pasaman, Solok Selatan, Musi Rawas, Pulang Pisang, Rejang Lebong, Sabu Raijua, Way Kanan, Lampung Timur, Lampung Selatan, Labuhanbatu Selatan, Kepulauan Anambas, Garut, Ngada, dan ungo.

Penandatanganan Kerja sama oleh walikota Mojokerto-foto humas

Untuk Kota yang melakukan MoU dan PKS dengan BIG ialah Kota Bogor, Mojokerto, Padang, Balikpapan, Binjai serta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikbud.

Ketika dimintai pendapatnya usai mengikuti kegiatan tersebut, Ning Ita (sapaan akrabnya,red)  menyampaikan bahwa kerja sama yang dilakukan oleh BIG dengan Pemerintah Kota Mojokerto adalah untuk penyelenggaraan, pengembangan, pemanfaatan data dan informasi geospasial serta pengembangan ilmu pengetahuan terkait ilmu geospasial di Kota Mojokerto.

“Bersyukur kita telah melaksanakan MoU dan perjanjian kerjasama dengan Badan Informasi Geospasial, tampaknya mungkin sepele tapi sebenarnya banyak hal yang berkaitan dengan potensi potensi alam yang ada di Kota Mojokerto dan yang paling perlu adalah berkenaan dengan peta potensi kejadian alam atau bencana bisa kita petakan, banyak hal yang kita dapatkan dari melakukan kerjasama ini semoga bermanfaat untuk Kota Mojokerto,”katanya.

Print Friendly, PDF & Email