. Manager Plant PT.PRIA saat memberikan jawaban dihadapan pengunjuk rasa.

MOJOKERTO – (GEMA MEDIA) – PT. Putra Restu Ibu Abadi (PRIA) kembali menghadapi aksi unjuk rasa dari warga Desa Lakardowo, Jetis, Kabupaten Mojokerto, Rabu (20/2/2019). Unjuk rasa yang diikuti sekirar 300 warga itu, menuntut penutupan operasional PT. PRIA yang dianggap telah merusak lingkungan. Aksi di bawah guyuran hujan lebat disertai petir itu, tetap berlangsung dengan orasi dan lantunan sholawat. Penjagaan ketat dari jajaran kepolisian dan TNI juga terlihat dalam aksi unjuk rasa tersebut.

Menanggapi aksi unjuk rasa ini, General Affair Manager PT. PRIA, Rudy Kurniawan, SH sangat menyayangkan. Pasalnya, apa yang menjadi tuntutan warga selama ini sebenarnya sudah terjawab.”Baik dari upaya hukum (ligitasi) di Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya, maupun upaya mediasi antara warga Desa Lakardowo dengan PT. PRIA yang difasilitasi oleh Muspika setempat, sudah terjawab semua,” kata Rudy dalam press releasenya.

Selain itu, lanjutnya, aksi yang dilakukan oleh Perkumpulan Penduduk Lakardowo Bangkit (Pendowo Bangkit) dengan melibatkan ratusan orang ini, berpotensi menimbulkan konflik antara massa aksi dan karyawan PT.PRIA.”Aksi tersebut memicu konflik, karena dapat mengganggu karyawan di sini yang sedang bekerja serta ketertiban lalu lintas keluar masuk kendaraan transportasi milik pegrusahaan maupun kendaraan umum yang melintas di jalan raya di depan perusahaan,” imbuhnya.

Setelah dilakukan pembicaraan tertutup antara pihak PT.PRIA dan perwakilan pengunjuk rasa, akhirnya didapatkan hasil sementara, yakni permasalahan titik lokasi yang diduga terdapat timbunan limbah B3 akan diberikan solusi terbaik.”Saat ini kita semua, baik PT. PRIA maupun warga sama-sama menunggu proses dari Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan (KLHK). Titik-titik tersebut akan lakukan clean up atau dengan metode yang lain,” jelasnya.

Atas hasil pertemuan tertutup disela-sela unjuk rasa, massa aksi untuk sementara berkenan membubarkan diri. Namun akan melaksanakan aksi lagi, sesuai dengan rencana yang ditelah diberitahukan sebelumnya. (Ron/yuk).

Aksi unjuk rasa yang diikuti sekitar 300 warga Lakardowo di tengah guyuran hujan.
Print Friendly, PDF & Email