Apel sebelum razia –foto jen

MOJOKERTO – (GEMA MEDIA) – Valentine days (hari kasih sayang) yang bisanya dirayakan oleh kalangan muda di Indonesia, dan dijadikan Moment kepada pasangannya untuk mengungkapkan kasih sayang. Untuk antisipasi perayaan Valentine days tersebut,  Kesatuan Polisi Pramong Praja Kota Mojokerto menggelar operasi Penyakit Masyarakat (Pekat).

Operasi Pekat tersebut dimulai pada hari Rabu tanggal 13 Februari 2019 di wilayah Kota Mojokerto, telah dilaksanakan kegiatan Ops. Penertiban Pelanggaran Peraturan Daerah untuk Hotel, rumah Kos-kosan, Cafe dan Warkop di wilayah Kota Mojokerto, diselenggarakan oleh Satpol PP Kota Mojokerto, sebagai penanggung jawab Heriyana Dodik Murtono S. STP, M.Si (Kasatpol PP Kota Mojokerto)

Razia di tempat hiburan –foto jen

Adapun personil yang terlibat dalam kegiatan Ops gabungan dimaksud diantaranya, Kodim 0815 Mojokerto, Denpom V/2 Mojokerto, Sub Garnisun Mojokerto, Polres Mojokerto Kota,Satpol PP Kota Mojokerto, Dinas Perijinan Kota Mojokerto, BNN, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA).

Saat dihubungi tim gemamedia.mojokertokota.go.id melalui wathsapp, Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Satpol PP Kota Mojokerto Hatta Amrullah menceritakan, terkait perayaan valentine days pihaknya gelar razia penertiban di berbagi tempat.

Yang mana menjadi tujuan razia tersebut adalah tempat tempat berkumpul oleh kalangan muda untuk merayakan Hari Kasih Sayang, diantaranya kos – kosan, Penginapan, Hotel, dan tempat karaoke, serta beberapa tempat tongkrongan anak muda seperti cafe – cafe dan warung kopi yang ada di lingkungn Kota Mojokerto, ungkapnya. “Karena tempat – tempat tersebut biasanya digunakan oleh kalangan muda atau masyarakat Kota Mojokerto untuk berpesta,” terangnya

Dengan sasaran anak sekolah maupun anak di bawah umur pada khususnya, dan masyarakat umum, untuk menghindari penyakit masyarakat ( PEKAT ), Peredaran narkoba, dan sex bebas yang marak akhir akhir ini, imbuhnya. Hatta sapaan akrabnya menambahkan, kegiatan ini rutin dilakukan karena berdasarkan Tugas Pokok (Peraturan Pemerintah No 16/ 2018) tentang ketertiban umum dan ketentraman serta perlindungan masyarakat.

Razia di tempat hiburan –foto jen

Dalam razia tersebut pihaknya juga menertibkan bangunan/warung yang tidak memiliki ijin. Dalam razia tersebut menjaring sepasang bukan suami istri yang diamankan oleh satpol PP untuk di bawa ke kantor dan di mintai keterangan, lanjutnya. Kegiatan ini masih hatta, bertujuan untuk menciptakan suasana yang tertib, nyaman, dan untuk menghindari semakin maraknya peredaran narkoba di kalangan pemuda, khususnya warga Kota Mojokerto. Menuju Sapta Tertib +1 yaitu tertib hukum, tertib moral, dan tertib lingkungan, tertib daerah milik jalan, tertib usaha, tertib bangunan, tertib di tempat umum, serta tertib berlalu lintas, paparnya. “Karena pemuda ini merupakan generasi penerus yang harus terus diperhatikan jangan sampai mereka merayakan valentine, dengan menggunakan narkoba, sex bebas, atau minum minuman keras,” pungkasnya. (jen/an)

Print Friendly, PDF & Email