Wulan (paling kanan), saat mengisi campursari di PSN perumahan the suam Kedundung-foto an

MOJOKERTO-GEMA MEDIA:Aiptu Yani Wulandari adalah  seorang Polwan yang bertugas di Polres Mojokerto Kota.  Disela-sela kesibukannya Wulan, demikian dipanggilnya, masih menyempatkan diri untuk membaur dengan masyarakat dalam berbagai komunitas. Satu diantaranya adalah masyarakat pecinta seni.  Wulan saat ini bertugas sebagai Babinkamtibmas di Kelurahan Wates. Waktu bertemu dengan masyarakat langsung memang frekwensinya lebih banyak.

Namun jiwa seni Wulan tidak bisa dibendung ketika ingin mengembangkan budaya jawa dalam berupa musik campursari.  Keinginan mulya itu didukung oleh para pecinta seni tradisional dari berbagai wilayah Kelurahan. Akhirnya terbentuklah group yang bernama “WULAN CHONDRO WIDA”.  Kumpulan pecinta budaya jawi ini dipimpin langsung olehnya dan Wulanpun kedapuk sebagai waranggono (penyanyi).

Saat tampil dengan menggunakan kebaya dan jarik, kesan petugas polisi  serasa tidak terlihat. Namun jati diri Wulan sebagai aparat kepolosian tidak bisa disembunyikan lantaran Wulan termasuk petugas polisi wanita yang sangat aktif dan sangat familiar.

Walikota didampingi isteri wakil walikota Mojokerto, menghampiri Wulan dan anggotanya-foto an

Ketika tampil mengisi acara PSN terintegrasi di kawasan Perumahan The Suam Kelurahan Kedundung jumat,9/2/2019 sempat ketemu dengan tim gema media. Kemudian Wulan juga sempat menceritakan atas alasan tertarik dengan music tradisional itu.  Menurut Wulan tidak ada tujuan atau kepentingan yang lebih, hanya sekedar uri-uri budoyo jawi agar tidak luntur dan tidak tertindas oleh budaya barat. “sebagai orang jawa/Indonesia mempunyai kewajiban untuk menjaga dan melestarikan apa yang menjadi falsafah dan milik bangsa ini” kata Wulan.

Saat tampil menghibur masyarakat, Wulan dan anggota yang berjumlah 15 orang ini, tidak pernah memasang tariff , bahkan cenderung swadaya. Contohnya group seni Wulan Chondro Wida, setiap minggu pagi dapat tampil di area Car Free Day Aloon-aloon Kota Mojokerto.

Dengan tugas pokoknya sebagai petugas polisi, Wulan mengaku tidak pernah terganggu. “melalui seni campursari ini sambilbersosialisai tentang kamtibmasWulan memanfaatkan waktu kosong disela-sela tugasnya.  “justru melalui seni campursari ini, saya bisa bersosialisasi mengenai Kamtibmas kepada masyarakat” katanya. Melihat penampilan Wulan dan group yang begitu menghibur, menarik perhatian tersendiri bagi Walikota Mojokerto Hj. Ika Puspitasari, SE. Kontan aja selesai sambutan dan memberikan motivasi kepada kader motivator dan warga sekitar, Ning Ita (panggilan Walikota) didampingi ketua TP-PKK Kota Mojokerto. Ny. Nur Chasanah  Rizal menghampiri para seniman dan seniwati ini untuk duduk santai dan bicara banyak hal.

Print Friendly, PDF & Email