1. Walikota Bersama Wawali dan OPD sidak saluran yang tercemar minyak jelantah di depan Depot “Bar-Bar”-foto an

MOJOKERTO-GEMA MEDIA :Jumat pagi 8 Pebruari 2019, sambil menikmati udara pagi yang segar, Walikota Mojokerto Hj.Ika Puspitasari, SE gowes sambil menyisir lingkungan yang masih dinilai kumuh.  Bersama Wakil Walikota Mojokerto, dan pimpinan OPD, Walikota berangkat dari kantor di jln. Gajah Mada 145 Mojokerto naik sepeda angin.  Bersama mobil patwal Walikota menyisir Jln. Bayangkara- Jln PB Sudirman. Ditempat inilah tepatnya di depan  “depot BAR-BAR” Walikota melihat saluran yang bercampur dengan minyak bekas buangan dari rumah makan tersebut.

Melihat kondisi ini, Ning Ita (panggilan Walikota), ingin bertemu dengan pengusaha makanan tersebut. Ternyata sang pemilik usaha tersebut sedang berada diluar kota, kata Udin salah satu pegawainya.  Setelah mencermati berkas perijinan dan dokumen lainnya, ternyata Depot Bar-Bar ini surat ijinnya sudah berakhir tanggal 18 Nopember 2018 lalu.  Surat ijin yang diterbitkan Kantor Perijinan Terpadu Kota Mojokerto tertanggal 16 Nopember 2015 wajib didaftarkan ulang paling lambat tanggal 18 Oktober 2018 , jadi sebelum jatuh tempo. Selain itu menurut info dari Dinas Lingkungan Hidup, “ Depot Bar-Bar” belum memiliki dokumen amdal.

2. Walikota ngobrol dengan udin salah satu pegawai Depot “Bar-Bar”-foto an

Tindakan Walikota ini tentu merupakan sikap yang tegas dan bijaksana, mengingat minyak jelantah yang dibuang disaluran tersebut sangat mencemari lingkungan. Minyak semakin padat karena tidak bisa bercampur air sehingga menghambat saluran air dan bisa berakibat banjir.” Saya minta Pak Edy pemilik usaha ini bisa menghadap saya. Segera mas ya tolong disampaikan” pesan Ning Ita kepada Udin.

Terkait rencana penutupan sementara ini, menurut Heryana Dodik Murtono, S.STP,M.Si Kasatpol PP Kota Mojokerto saat dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan, pihak Satpol PP terlebih dahulu akan melakukan monitoring ke lokasi.  Selanjutnya melakukan croscek ke Perijinan, terkait dokumen yang ada. “memang data yang ada saat ini surat ijin sudah habis masa berlakunya sejak tanggal 19 Nopember 2018, dikawatirkan ada dokumen lainnya yang mungkin belum terupdate”, kata Dodik.

Jika terbukti habis masa berlaku surat ijinnya akan dilakukan penutupan melalui tahapan, mulai dari pemberian surat peringatan 1 sd. 3 kali, kalau masih bandel  dilanjut dengan surat teguran 1 sd. 3 kali dan terakhir baru exekusi jika memang tidak mengindahkan dari ketentuan peraturan yang ada, tegas Dodik.

Menurut ketentuan yang tercantum dalam lampiran surat ijin Nomor : 53/pkl/HO/417.411/2015 antara lain, apabila usaha ini dikemudian hari menimbulkan dampak negative terhadap masyarakat dan lingkungan hidup, maka pemilik izin harus bersedia memikul segala akibat yang ditimbulkan termasuk kerugian kepada masyarakat. Namun demikian, menurut Dodik, kalau menyangkut lmbah minyak jelantah mungkin bisa bekerjasama dengan Bank Sampah Induk yang informasinya bersedia membeli minyak jelantah tersebut dan saya kira ini berlaku kepada semua pengusaha yang sama. “Tinggal koordinasi bagaimana cara mengelola minyak yang sudah tidak terpakai lagi “ pesannya.

3. Walikota Gowes jumat pagi keliling sambil menyisir kawasan kumuh-foto an

 

Perjalanan Ning Ita selanjutnya adalah menuju Lingkungan Perumahan The Suwam Kelurahan Kedundung untuk memimpin kegiatan PSN terintegrasi. (an)

Print Friendly, PDF & Email