Ketua Tim Penggerak PKK Kota Mojokerto Hj. Nur Chasanah Achmad Rizal Zakaria, memberikan sambutan

Tahun 2019 bisa menjadi tahunnya Lomba untuk PKK Kota Mojokerto. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya lomba yang akan diikuti oleh TP.PKK Kelurahan   di Tahun 2019. Sehubungan dengan persiapan tersebut, maka TP.PKK Kota Mojokerto  menggelar Rapat Pleno,  hari  Rabu, (6/2/2019), bertempat di Gedung Pertemuan Tim Penggerak PKK Kota Mojokerto, Jalan Hayam Wuruk . Dalam rapat pleno  ini hadir Ketua Tim Penggerak PKK Kota Mojokerto Hj. Nur Chasanah Achmad Rizal Zakaria, Pengurus Tim Penggerak PKK Kota,Kecamatan dan Kelurahan mulai Pokja I sampai dengan Pokja IV.

Ketua Pokja 3 Sri Asih, S.Sos, MM, menyampaikan program kegiatan

Adapun yang dibahas dalam rapat pleno  tersebut antara lain, dimulai dari Pokja I bulan April 2019 lomba membuat beberan, Pokja II pelatihan dasar pengelolaan keuangan Mikro di Kelurahan, Pokja IV tanggal 21 Pebruari 2019 lomba Bina Keluarga Balita (BKB) dan bulan Maret 2019 pelayanan KB gratis. Sementara Pokja 3 menyampaikan sambang Kelompok Wanita Tani (KWT) secara bergiliran  tiap hari Jum’at seperti halnya kegiatan Pembrantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Mojokerto Hj. Nur Chasanah dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pengurus Tim Penggerak PKK atas kerja sama dan partisipasinya baik dalam pameran Mojofest 2019, lomba senam maupun  dalam pelaksanaan lomba Lingkungan Bersih dan Sehat Tingkat Propinsi. Alhamdulilah Kota Mojokerto meraih juara I.

peserta rapat pleno

Nur Chasanah menambahkan terkait dengan agenda peringatan Kesatuan Gerak PKK, saat ini perlu melakukan sejumlah persiapan menjelang hari Kesatuan Gerak PKK KB – Kesehatan walaupun belum tahu secara pasti tanggalnya, insyaAllah akan dilaksanakan pada bulan Maret 2019. Terkait dengan hal tersebut tentunya kita perlu mempersiapkan kegiatan tersebut secara matang bekerja sama dengan OPD terkait, TP PKK Kecamatan juga dapat melakukan persiapan pembinaan dan peninjauan lapangan.

Ida dari Dinas Kesehatan menjelaskan tentang DBD

Menurut Mahmuda Saiful Pokja IV, penyakit DBD adalah penyakit yang berbahaya apabila tidak ditangani dengan cepat. Maka dalam Rapat Pleno ini Tim Penggerak Kota Mojokerto mendatangkan Ida dari Dinas Kesehatan Kota Mojokerto untuk untuk mengajak masyarakat agar lebih waspada akan bahayanya DBD. Menghadapi musim penghujan ini, “ Kader Motivator dan kesiapaan masyarakat menghadapi kasus demam berdarah dengue (DBD). Vaktor penular penyakit DBD yaitu nyamuk Aedes aegypti yang senang berkembang biak di genangan air yang bersih di sekitar lingkungan kita. Maka dari itu, peran   kader motivator dan masyarakat  sangat penting,” (yuk).

Print Friendly, PDF & Email