Wakil walikota saat di wawancarai tim – foto jen

MOJOKERTO – (GEMA MEDIA) – Demam Berdarah Dengue (DBD) menyerang siapapun tidak pandang bulu, mulai balita sampe dewasa. Demam Berdarah Dengue (DBD) selalu menjadi momok menakutkan setiap tahun. Di musim hujan seperti sekarang DBD datang dan tak jarang berdampak fatal terhadap penderitanya.

Masalah ini juga terjadi di Kota Mojokerto, bahkan tahun ini ada warga Kota Mojokerto yang terkena gigitan nyamuk berbahaya itu. Wakil Walikota H Achmad Rizal Zakaria, langsung melakukan kunjungan kerumah warga yang terkena gigitan nyamuk aedes aegypti setelah melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 60 menit terintegritas, di Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Dalam kunjungannya kerumah warga yang terserang DBD Cak Fizal menemukan, selokan yang buntu yang  mana air tidak bisa mengalir. Di belakang rumah warga terdapat tempat untuk memproses pemotongan ayam dan bak penampungan air. Sisa pembuangan air buat membersihkan potongan ayam tersebut tidak mengalir dengan baik. “Tempat-tempat seperti ini menjadi sarang nyamuk yang tidak bisa kita ketahui keberadaannya, lingkungan sekitar rumah itu juga perlu di perhatikan,” ungkap Cak Rizal.

Tentu ini menjadi ironi. Seharusnya masalah DBD ini dapat dihindari dengan berbagai macam pencegahan jauh sebelum musim hujan tiba. Musim DBD memang selalu sejalan dengan musim hujan. Ini dampak dari banyaknya titik yang kotor, kemudian ada genangan air sehingga menjadi lokasi tempat berkembang biak nyamuk aedes aegypti, lanjutnya.

Di tempat kedua yang di datangi Cak Rizal yang didampingi oleh sekretaris Dinas Kesehatan Dr.  Esti Hermawati, dan motivator dari Puskesmas Mentikan. Kembali menemukan tempat yang disukai oleh nyamuk tersebut, banyaknya rumput dan dan tanaman yang tumbuh juga mempengaruhi perkembang biakan nyamuk, Jum’at (01/02/2019).

Walikota perintahkan kerja bakti massal-foto jen

Cak Rizal sendiri menghimbau kepada masyarakat untuk selalu dan terus memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar. Hal serupa juga dilakukan oleh Walikota Mojokerto Hj Ika Puspitasari SE, di tempat yang berbeda mengingat wabah ini sudah menjadi wabah tahunan yang harus diatasi. Saat diwawancarai tim gema media, Cak Rizal mengatakan, kebersihan lingkungan sangat utama yang harus dijaga selain lingkungan rumah. PSN yang sekarang rutin dilakukan akan terus menjadi tolak ukur dan terus dilakukan. Melihat kejadian ini, menjadi fakta bahwa kesadaran terhadap wabah berbahaya ini masih sangat rendah, baik kesadaran stakeholder maupun warga. “Dalam waktu dekat ini, pemerintah akan memerintahkan masyarakat untuk melakukan kerja bakti massal, di semua lingkungan untuk mencegah penyebaran nyamuk berbahaya ini. Perlu lebih ditingkatkan lagi kesadaran masyarakat perihal kebersihan lingkungan, dan yang paling penting itu kebersihan di awali di lingkungan keluarga,” tambahnya.

Print Friendly, PDF & Email