Pembukaan rakor penanganan konflik sosial.

MOJOKERTO – (GEMA MEDIA) – Konflik sosial menjelang pemilu menjadi skala prioritas yang perlu diantisipasi sejak dini. Oleh karena itu Badan Kesatuan, Kebangsaan dan Politik (Bakesbangpol) Kota Mojokerto menggelar rapat koordinasi penanganan konflik sosial menjelang pilpres dan pileg, yang dilaksanakan di Hotel RadeN Wijaya, Jalan Raden Wijaya, Kota Mojokerto, Jawa Timur, Senin (28/1/2019).

Kegiatan yang digelar tiga hari berturut-turut ini, dibuka langsung oleh Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari, SE, dan dihadiri oleh ketua RT dan RW se Kota Mojokerto, babinsa, babinkamtibmas dan tokoh masyarakat yang dibagi sesuai wilayah kecamatan.

peserta rakor penanganan konflik sosial.

Dalam sambutannya,  Ning Ita, sapaan akrab Walikota Mojokerto mengatakan sesuai dengan UU no 7 tahun 2012 tentang penanganan konflik sosial, sangat perlu kiranya  sebuah formulasi yang tepat agar kondisi menjelang pemilu hingga selesainya hajatan besar negara itu tetap aman dan kondusif.”Konflik sosial itu bersumber dari berbagai permasalahan, antara lain politik, ekonomi juga sosial budaya,” ungkap Ning Ita.

Walikota menambahkan , jika kita bicara tentang politik, tahun ini adalah tahun politik. Seluruh warga negara Indonesia memiliki hajatan besar yaitu pilpres dan pileg, yang mana tingkat kerawanan konflik sosial sangat tinggi.”Kita berharap, kondisi sosial tetap terjaga aman. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa pada tahun politik seperti ini memicu perpecahan diantara warga masyarakat,” tambahnya.

peserta menyimak materi

Oleh karena itu,  sangat perlu kiranya antisipasi dini seperti halnya yang dilakukan pada saat ini. Koordinasi penanganan konflik sosial yang didukung oleh seluruh elemen masyarakat.”Semoga peran serta aktif dari masyarakat mampu menjadi kendali dan mencegah timbulnya konflik sosial dalam tahun politik seperti saat ini,” pungkasnya. (Ron/yuk).

Print Friendly, PDF & Email