Foto bersama pengurus baru dan lama bersama pimpinan DLH-foto dok

MOJOKERTO-GEMA MEDIA: Bertempat di aula Dinas Lingkungan Hidup Kota Mojokerto, rabu 23/1/2019, telah berlangsung serah terima jabatan (Sertijab) dari Direktur Bank Sampah Induk (BSI) Riani, SH, M.Si kepada Direktur pengganginya Bagus Muktio. Pergantian pucuk pimpinan BSI ini dikarenakan periodesasi masa bhakti  telah selesai. Hal ini sesuai dengan anggaran dasar dan rumah tangga BSI Kota Mojokerto.

Riani saat meletakkan jabatan tersebut mengatakan, masih banyak program yang belum tuntas, untuk itu meminta kepada direktur baru untuk melanjutkannya.  Selain tugas pokoknya mengelola sampah kata Riani, BSI juga mengembangkan inovasi dengan bekerjasama dengan para pihak. Diantaranya adalah MoU dengan BPJS Kesehatan akan melaksanakan program bayar iuran BPJS dengan uang sampah. Selain itu program Bayar Pajak Pakai Sampah di Kota Mojokerto (BAPAK SAMERTO) terus ditingkatkan. “tahun 2018 kemarin Kota Mojokerto telah mendapat penghargaan inovasi public dari Gubernur Jawa Timur atas program BAPAK SAMERTO” untuk itu mohon ditingkatkan karena tahun 2019 akan dinilai tingkat nasional masuk pada top 99 dan top 40, kata Riani.

Sampai dengan bulan Januari 2019, jumlah Bank sampah yang sudah terbentuk sebanyak 127 unit menyebar di 18 Kelurahan se-Kota Mojokerto. Sementara omset yang masuk dari hasil penjualan sampah rata-rata 150 juta / tahun.

Bagus dan Riani menandatangani berita acara sertijab-

Sementara itu Bagus Muktio dalam sambutanya menyampaikan, akan meneruskan program BSI yang belum tuntas dan menyusun inovasi baru. “kedepan BSI bukan hanya social oriented, diharapkan bisa membuka peluang usaha agar bisa mandiri” kata Bagus. Saat ini, masih kata Bagus, saya sudah menyiapkan aplikasi BSI untuk akses online sehingga anggota BSI bisa mengkses data Bank Sampah melalui android.

Iqromul Yasa Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Mojokerto dalam sambutannya berharap, BSI kedepan bisa lebeh moncer. Pengurus lama sudah meletakkan pondasi organisasi yang kuat. “Ibarat rumah sudahsudah terbangun, tinggal bagaimana penghuninya itu merawat rumah itu menjadi lebih baik dan bermanfaat” katanya. Selama tiga tahun BSI berdiri dan hasilnya sudah bisa dilihat dalam membantu pemerinta Kota Mojokerto uatamnya dalam memperoleh piala Adipura.  (ri)

 

Print Friendly, PDF & Email