Yuniar (tengah) dengan gaun daur ulang ala patih Gajah Mada, bersama Kepala DLH dan pengurus BSI dan Inul (gaun oranye daur ulang) saat pembukaan Pameran- fot an

MOJOKERTO-GEMA MEDIA: Bank Sampah Induk (BSI) Kota Mojokerto masih exis dengan 3 R (Reduse, Reuse, dan Recycle). Salah satu yang ditampilkan di arena pameran Benpas kali ini adalah produk daur ulang.  Aneka kreasi yang dihasilkan dari bahan bekas atau sampah adalah karya dari pegiat Bank Sampah di Kota Mojokerto. Mulai dari bahan Koran, kardus, kresek, botol plastic, kresek, suchet, bekas air mineral dan bahan bekas lainnya berkat tangan-tangan terampil menghasilkan suatu kreasi seni yang memiliki nilai jual.

Walikota Mojokerto Hj. Ika Puspitasari, SE saat mengunjungi stand BSI, dan tertarik dengan produk daur ulang-foto an

Bagus Muktio, Direktur BSI saat dikonfirmasi pada jumat, 18/1/2019, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Mojokerto terutama Disperindag, lantaran BSI diberi kesempatan untuk memasarkan produk daur ulang yang sudah memiliki nilai jual. “ setiap event bazar BSI selalu diundang dan diberi stand gratis, ini merupakan support yang luar biasa untuk mengembangkan BSI utamanya kreasi daur ulang”, kata Bagus.  Banyak produk tetapi kalau tidak bisa memasarkan juga kurang bermanfaat. “Alhamdulilah selama ini produk BSI diminati oleh masyarakat” tambah  Bagus.

Sementara itu Radi, wakil Direktur yang mengkoordinir kegiatan Pameran ini menambahkan, bahwa, produk yang dijual di Mojofest kali ini adalah merupakan produk atau hasil karya dari seluruh Bank Sampah di tingkat RW.  Apapun kreasinya dikumpulkan di BSI dan diberi lebel harga untuk memudahkan petugas yang piket.  BSI bersifat mengkoordinir dan menfasilitasi bagi pengurus Bank Sampah Cabang yang ingin menitipkan produknya. “hanya produk daur ulang, bukan produk baru” kata Eyang Radi panggilan akrabnya.

Wakil Walikota Mojokerto, Kapolres Mojokerto Kota, sedang berbincang-bincang masalah Bank Sampah-foto an

Selama pameran berlangsung kata eyang, dibagi petugas piket dan hari pertama ada petugas yang praktek cara membuatnya. Barangkali pebeli ingin tahu cara membuatnya, maka petugas yang piket siap untuk mengajarkan tata cara ,membuatnya.

Selain itu, hari pertama pembukaan, BSI menyiapkan peraga baju fashion daur ulang ala patih Gajah Mada dan putri kerajaan. Untuk ini diperagakan oleh Ny. Yuniar dan Ny.Inul untuk menyambut kunjungan Walikota dan rombongan ke stand BSI.(an)

 

Print Friendly, PDF & Email