Mojokerto – Gema Media – Setelah apel selesai, Piala Adipura 2018 langsung dikirab keliling Kota. Perjalanan Kirab kali ini di pimpin langsung Oleh Ikromul Yasa Kepala Dinas Lingkungan Hidup didampingingi Kepala Satpol PP dan Gus Yuk Kota Mojokerto, Selasa (15/01/2019)

Kirab diikuti oleh 200 lebih anggota kebersihan Kota (pasukan kuning, hijau), lurah sekota, komunitas Motor Gede(MOGE). Selain peserta Kirab yang sangat ramai dan banyak, dilengkapi dengan  arak-arakan motor, seluruh pakusan kuning membawa peralatan kebersihan yang biasanya dibuat untuk membersihkan lingkungan Kota Mojokerto.

Rute yang di tempuh dalam Kirab Adipura kurang lebih 25 Km yakni, start Kantor Pemkot jalan Gajah Mada, jalan Pahlawan, jalan Raden Wijaya, jalan Brawijaya, kantor PMI, jalan Mojopahit Utara, jalan Bhayangkara, jalan  Gajah Mada, jalan Hayam Wuruk, finish di rumah dinas Walikota,Jalan Hayam Wuruk No.50, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Jawa Timur. Selesai kirab penghargaan Adipura Kirab disambut langsung oleh Walikota Mojokerto Hj. Ika Puspitasari SE beserta jajaran forkopimda juga kepala OPD di rumah dinas Walikota Kota Mojokerto.

 

Ning Ita sapaan akrab Walikota Mojokerto Dalam sambutannya menyampaikan, kita patut bersyukur dan berbangga menjadi salah satu Penerima penghargaan Adipura dari 119 penerima penghargaan tersebut.  Kota Mojokerto kategori  Kota Sedang. Penghargaan  ini tak lepas dari kerja keras pasukan kuning dan pasukan hijau Dinas Lingkungan Hidup. Sudah kali ke-3 Kota Mojokerto patut berbangga hati merasa bersyukur kita menjadi bagian dari 119 kota se Indonesia yang menerima Anugerah Adipura tahun 2019. Kepada seluruh pasukan kuning saya ucapkan terima kasih dan saya apresiasi yang setinggi-tingginya, karena keberadaan anda semua yang berada garda depan dibidang kebersihan, yang juga bekerja sama dengan seluruh masyarakat untuk menjaga lingkungan kota ini menjadi lingkungan yang bersih menjadi lingkungan yang sehat dan juga menjadi lingkungan yang nyaman sebagai hunian dan tempat kita beraktivitas, ungkapnya.

Penganugerahan Adipura,masih kata ning Ita, adalah yang ketiga mulai dari tahun 2016 hingga tahun ini saya berharap Adipura ini bisa ada tindak lanjut yang lebih baik. Kita di lingkungan punya tenaga PSN yang jumlahnya lebih dari 1.600 lebih,  kita memiliki ketua RT ada juga Pak Lurah ada juga 200 lebih pasukan kuning dalam hal pengelolaan sampah yang bersumber dari rumah tangga. Perlu kita motivasi lagi masyarakat kita untuk sampah dari rumah tangga ini supaya tidak lagi ada timbunan sampah.

Walikota Mojokerto akrab dengan pasukan kebersihan-foto jen

Setelah ada pemilahan tetapi saya ingin ada inovasi ke depan kita menjadi yang bebas dari sampah (zero weist). Bukan hanya angan angan dan khayalan tetapi kita semua harus yakin karena target 2020 Kota Mojokerto bebas sampah.

“Tugu Adipura itu harus kita revitalisasi karena itu menunjukkan sebagai pengakuan bahwa kota kita adalah kota bersih, Saya ingin ada Tugu Adipura yang kita buat dengan ketinggian minimal 20 m di pertemuan antara Sungai Brantas dan sungai Kotok, supaya bisa dilihat dari jembatan Ajinomoto bisa dilihat ketika kita mau turun tol Sumo dan di pintu masuk menuju Kota Mojokerto” pinta ning Ita. Karena itu adalah bagi seluruh masyarakat yang akan memasuki Kota Mojokerto itu adalah penanda bahwa kota adalah kota peraih Adipura kota yang bersih dan kota yang sehat, pungkasnya. (jen/an)

Print Friendly, PDF & Email