DR. H. Zuhri, M.ag, Kabid Penais Kantor Wilayah Kemenag Prop. Jatim ketika memberi pembinaan.

Pengurus dan anggota  pengajian wanita  Alkholifah Kota Mojokerto   mengikuti pembinaan manajemen dari Kantor Wilayah Kementrian Agama Propinsi Jawa Timur  di Ruang pertemuan Dharma Wanita Persatuan Kota Mojokerto, Jalan Hayam Wuruk Hari Kamis, (10/01/2019). Menurut Dra. Hj. Nur Hidayah Ketua Pengajian Wanita Alkholifah Kota Mojokerto  ” Majelis taklim memiliki berbagai fungsi baik itu dibidang keagamaan, pendidikan, sosial, ekonomi dan ketahanan bangsa”.

Nurhidayah  menambahkan, tujuan dari pembinaan ini adalah memberikan wawasan dan pengetahuan terkait manajemen majelis taklim, meningkatkan fungsi majelis taklim sebagai pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia, khususnya perempuan. “Semoga pembinaan ini berjalan lancar dan memberikan banyak manfaat untuk ibu-ibu majelis taklim di pengajian wanita Alkholifah ” tandasnya.

Anggota Pengajian Wanita Alkholifah sedang menyimak pembinaan.

Nurhidayah  mengajak kita senantiasa bersyukur atas diperkenankan bertemu bersilaturokhim di Majelis ini dalam  Acara pembinaan Manajemen Majelis Taklim dari Kantor Wilayah  Kemenag Propisi Jawa Timur.Dalam kesempatan tersebut Nurhidayah menyampaikan sekilas tentang kegiatan yang dilaksanakan oleh pengajian  Al – Kholifah Mojokerto antara lain pengajian rutin setiap bulan hari Kamis ke – 2 diisi dengan kajian islami oleh beberapa ustad secara bergiliran.

Oleh Karenanya Nurhidayah mengucapkan terima kasih atas kerja samanya dan partisipasi pengurus dan anggota selama ini,  apabila terdapat kekurangan, dalam acara pembinaan  ini kami memohon maaf Katanya.

Drs. H. Moh. Zaeni, SH, M.ag. dalam sambutannya mengatakan dalam acara pembinaan majelis taklim dari Kementrian Agama Propinsi Jawa Timur selain menjadi ajang silaturahmi diharapkan kegiatan dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi anggota dan pengurus pengajian Wanita Alkholifah dan apa yang didapat ilmu hari ini dapat ditularkan kepada masyarakat.

  1. H. Zuhri, M.ag, Kabid Penais Kantor Wilayah Kemenag Propinsi Jawa Timur dalam pembinaannya mengingatkan agar kita selalu ingat Allah, kapanpun dan dimanapun. Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (An Nisa 103)

Memperhartikan firman Allah diatas maka berdzikir mengingat Allah merupakan kegiatan utama yang harus dilakukan oleh setiap orang beriman sesudah sholat disamping aktifitas lainya yang dilakukan sehari hari. Dzikir mengingat Allah bisa dilakukan kapan saja, dimana saja sedangkan sholat merupakan salah satu kegiatan dzikir yang harus dilakukan dengan cara dan waktu yang telah ditetapkan.(yuk).

 

 

 

 

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email