AKBP Suharsi Kepala BNN Kota Mojokerto-foto any

Adakalanya seseorang terjebak dalam suatu pergaulan yang berdampak pada penyalahgunaan narkoba.  Ada juga mereka karena putus asa akibat suatu masalah yang sulit untuk dihadapinya.  Bisa jadi karena broken home dan karena ingin coba-coba.  Kalau sudah terjerumus demikian maka mereka bisa menjadi pecandu berat.  Lerlebih lagi kondisi keluarga yang tidak punya perhatian maka, semakin parahlah dan usaha untuk sembuh sangat sulit.  Oleh karena itu masyarakat perlu tahu bahwa, pengguna narkoba lebih baik direhabilitasi daripada dipenjara.

Mengapa demikian?  Berikut penjelasan AKBP Suharsi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mojokerto.  Anggapan  masyarakat bahwa penyalahgunaan narkoba adalah perbuatan criminal yang menjadi aib keluarga dan dipenjarakan serta dikucilkan,ternyata tidak  menyelesaikan masalah.  Menurut Suharsi, sebaiknya pemahaman harus seimbang bahwa penyalahgunaan narkoba adalah penyakit kronis dan kambuhan yang menyebabkan gangguan fungsi dan gangguan perilaku sehingga memerlukan pertolongan

Upaya penangananya melalui proses rehabilitasi secara menyeluruh daberkelanjutan sampai pulih.  Pemecahan masalah seperti proses rehabilitasi secara menyeluruh dan berkelanjutan sampai pulih.  Pemecahan masalah seperti  ini dikenal sebagai pendekatan berimbang (balance approach) antara hukum (kiminal) dan kesehatan (hak asasi) yang telah dianut secara nasional.

Tindakan memenjarakan penyalahgunaan/pecandu  tanpa mendapat layanan rehabilitasi medis dan social mengakibatkan proses pemulihan penyalahguna/pecandu tidak akan tercapai. Penyalahguna /pecandu yang melaporkan diri untuk mendapat layanan rehabilitasi tidak dipidana.

Oleh karena itu sang Polwan ini menghimbau kepada masyarakat yang keluarganya mengalami gangguan atau pecandu narkoba silakan datang ke kantor BNN yang ada di Jl. Surodinawan Kota Mojokerto. “ jangan takut dipenjara selama ingin sembuh” kata Suharsi . BNN Kota Mojokerto siap membantu masyarakat untuk rehabilitasi sampai sembuh.  BNN  bekerjasama dengan para pihak sesuai dengan kebutuhan untuk merehabilitasi, baik bidang medis, sikologis dan yang lain.(ri)

Print Friendly, PDF & Email